A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

UEA Lakukan Serangan Balasan ke Kilang Minyak di Pulau Lavan Iran - Ntvnews.id

UEA Lakukan Serangan Balasan ke Kilang Minyak di Pulau Lavan Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mei 2026, 09:41
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Kilatan rudal melintas di atas Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Sabtu 28 Februari 2026. ANTARA/Xinhua/Wen Xinnian/aa. Kilatan rudal melintas di atas Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Sabtu 28 Februari 2026. ANTARA/Xinhua/Wen Xinnian/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Abu Dhabi - Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan secara diam-diam telah melancarkan sejumlah serangan balasan terhadap Iran di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Teheran.

Dilansir dari Anadolu, Rabu, 13 Mei 2026, laporan tersebut bersumber dari media Amerika Serikat The Wall Street Journal yang mengutip sejumlah narasumber anonim yang mengetahui operasi tersebut.

Salah satu sasaran serangan UEA, menurut laporan WSJ yang terbit Senin, 11 Mei 2026 waktu setempat, adalah sebuah kilang minyak di Pulau Lavan, Iran.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa fasilitas minyak tersebut dihantam serangan pada awal April, bertepatan dengan rencana Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kebakaran besar dan menghentikan operasional kilang.

Baca Juga: Emosi Gegara Sindiran Paman, Pria di Tangsel Nekat Bongkar Makam Ibunya Sendiri

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal balistik dan drone ke wilayah UEA serta Kuwait.

Salah satu sumber WSJ juga menyebut bahwa Amerika Serikat secara diam-diam menyambut keterlibatan UEA dalam konflik melawan Iran.

Laporan tersebut juga menyatakan bahwa Iran lebih sering menargetkan UEA dibanding negara-negara Teluk lain yang menjadi lokasi aset militer AS, bahkan lebih intens dibanding serangan terhadap Israel.

Sejak konflik memanas pada akhir Februari, Teheran disebut telah meluncurkan lebih dari 2.800 serangan rudal dan drone ke berbagai target di UEA.

Menurut sejumlah pejabat Abu Dhabi yang tidak disebutkan namanya, serangan Iran tersebut telah menimbulkan dampak ekonomi signifikan, termasuk pemutusan hubungan kerja dan cuti paksa di berbagai sektor.

Ilustrasi - Asap membubung dari bangunan-bangunan di Teheran, Iran, Minggu 29 Maret 2026. (ANTARA/Xinhua/Shadati/aa) <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Asap membubung dari bangunan-bangunan di Teheran, Iran, Minggu 29 Maret 2026. (ANTARA/Xinhua/Shadati/aa) (Antara)

“Juga memicu pergeseran mendasar dalam pandangan strategis negara tersebut, menjadi pandangan yang kini melihat Iran sebagai aktor jahat yang bertekad merusak model ekonomi dan sosial negara yang berbasis pada talenta ekspatriat dan reputasi keamanan serta stabilitas,” ujar pejabat UEA tersebut.

Hingga kini, Kementerian Luar Negeri UEA belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan tersebut. Namun, otoritas Abu Dhabi sebelumnya menegaskan hak negara itu untuk merespons setiap tindakan permusuhan.

“Sangat signifikan untuk mendapati sebuah negara Teluk menjadi pihak yang berperang yang menyerang Iran secara langsung. Teheran sekarang akan berupaya untuk semakin memperlebar jurang pemisah antara UEA dan negara-negara Teluk Arab lainnya yang mencoba memediasi diakhirinya perang,” kata analis Timur Tengah Dina Esfandiary kepada WSJ.

x|close