Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan pemerintah AS masih membuka peluang tercapainya kemajuan dalam perundingan dengan Iran terkait isu nuklir dan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Rubio dalam rapat kabinet di Washington pada Rabu, 27 Mei 2026. Ia mengatakan perkembangan negosiasi antara Washington dan Teheran akan terlihat dalam beberapa jam hingga beberapa hari ke depan.
"Ada kesepakatan yang dapat dicapai, dan kami ingin itu terwujud. Saya pikir sudah ada beberapa kemajuan dan ketertarikan, dan kita akan melihat dalam beberapa jam dan beberapa hari ke depan apakah kemajuan dapat dicapai," katanya, dikutip Kamis, 28 Mei 2026.
Meski optimistis terhadap jalur diplomasi, Rubio menegaskan pemerintah Amerika Serikat tetap memiliki opsi militer apabila perundingan gagal mencapai titik temu.
Baca Juga: Jelang Usia 80 Tahun Trump Lakukan Pemeriksaan Kesehatan, Begini Hasilnya
Namun demikian, pemerintahan Presiden Donald Trump disebut lebih mengutamakan penyelesaian konflik melalui dialog dan negosiasi diplomatik.
"jalur diplomatik melalui perundingan. Setiap peluang agar pembicaraan berhasil," lanjutnya.
Hubungan AS dan Iran kembali memanas setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan lebih dari 3.000 korban jiwa dan memperburuk situasi keamanan di kawasan.
Ketegangan sempat mereda setelah Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata pada 7 April. Namun, pembicaraan lanjutan yang berlangsung di Islamabad belum menghasilkan terobosan signifikan.
Baca Juga: Pria di Melbourne Divonis Bersalah atas Kasus Perbudakan terhadap Perempuan Indonesia
Meski belum ada laporan perang terbuka kembali terjadi, pemerintah AS diketahui tetap menerapkan blokade terhadap pelabuhan dan perairan Iran. Washington juga disebut masih melancarkan serangan meski sebelumnya menyatakan gencatan senjata tanpa batas waktu.
Sebelumnya, Rubio mengungkapkan bahwa AS dan Iran memiliki peluang cukup besar mencapai kesepakatan sementara terkait program nuklir Teheran.
Laporan The Washington Post menyebut rancangan kesepakatan Iran-AS mengatur pelepasan stok uranium yang telah diperkaya oleh Iran. Namun hingga kini, proposal tersebut belum mendapat persetujuan resmi dari pemerintah Iran.
Seorang pejabat Iran mengatakan kepada media tersebut bahwa rancangan itu bukan kesepakatan nuklir final, melainkan perjanjian sementara untuk menunda pembahasan isu nuklir ke tahap berikutnya.
(Sumber: Antara)
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio. (ANTARA)