Warning: mkdir(): Permission denied in /www/ntvweb/system/core/Log.php on line 131

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: mkdir(): Permission denied

Filename: core/Log.php

Line Number: 131

Backtrace:

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Menekraf Dorong Kedaulatan Teknologi Lewat Peluncuran Platform AI Keamanan Siber WolfSight - Ntvnews.id

Menekraf Dorong Kedaulatan Teknologi Lewat Peluncuran Platform AI Keamanan Siber WolfSight

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Jun 2026, 19:18
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Menekraf Teuku Riefky bersama Jajaran Spentera Menekraf Teuku Riefky bersama Jajaran Spentera (NTVNews: Dedi)

Ntvnews.id, Jakarta - Indonesia menambah daftar inovasi teknologi karya anak bangsa dengan peluncuran WolfSight, platform penetration testing berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan oleh PT Proteksi Siber Global (Dwarapala), bagian dari Spentera Group. Kehadiran platform ini dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat kedaulatan teknologi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan industri keamanan siber dalam negeri.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan peluncuran WolfSight bukan sekadar perkenalan produk teknologi baru, melainkan penanda lahirnya inovasi yang menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menciptakan solusi digital berdaya saing global.

"Kehadiran kita hari ini tidak hanya untuk menyaksikan peluncuran sebuah produk teknologi, tetapi juga untuk menandai lahirnya sebuah inovasi yang menunjukkan kapasitas Indonesia dalam menciptakan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri global," ujar Riefky saat peluncuran WolfSight di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, Indonesia harus bergerak dari posisi sebagai pengguna teknologi menjadi pencipta teknologi. Karena itu, inovasi seperti WolfSight menjadi bukti bahwa talenta digital nasional mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi yang dapat bersaing di tingkat internasional.

Riefky menegaskan sektor ekonomi kreatif kini menjadi salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah menempatkan ekonomi kreatif sebagai sektor strategis yang tidak hanya menciptakan lapangan kerja berkualitas, tetapi juga mendorong hilirisasi berbasis teknologi dan inovasi.

Ia mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 sektor ekonomi kreatif mencatat investasi sebesar Rp183 triliun atau mencapai 134 persen dari target yang ditetapkan pemerintah. Sementara capaian ekspor sektor tersebut melampaui target hingga 120 persen, dengan kontribusi tenaga kerja mencapai 27,4 juta orang, didominasi generasi muda.

Baca Juga: Ditjen Imigrasi Siapkan Pengganti Pejabat yang Ditahan KPK, Layanan Dipastikan Tetap Berjalan

"Sektor ekonomi kreatif memiliki potensi menjadi salah satu sektor pertama yang mampu mencapai pertumbuhan delapan persen, bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.

Meski demikian, Riefky menilai percepatan transformasi digital harus dibarengi penguatan keamanan siber. Menurutnya, keamanan digital kini bukan lagi sekadar aspek teknis, melainkan fondasi utama yang menopang kepercayaan dalam ekonomi digital.

Ia menyoroti masih adanya tantangan yang dihadapi Indonesia dalam meningkatkan kesiapan operasional keamanan siber. Meskipun Indonesia telah masuk kelompok tertinggi dalam Global Cybersecurity Index, kemampuan teknis untuk menghadapi ancaman siber di lapangan masih perlu diperkuat.

Dalam konteks itulah, WolfSight dinilai memiliki peran strategis. Platform yang diklaim sebagai AI Penetration Testing Platform pertama di Asia Tenggara tersebut memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk membantu perusahaan mengidentifikasi kerentanan sistem secara lebih cepat, adaptif, dan efektif.

Pendiri Spentera Group menjelaskan bahwa pengembangan WolfSight merupakan hasil riset selama dua tahun terakhir. Awalnya perusahaan mengembangkan platform otomatisasi pengujian keamanan, namun perkembangan teknologi AI yang sangat pesat mendorong tim untuk mengubah arah riset dan membangun agen AI yang mampu melakukan eksploitasi serta simulasi serangan siber secara mandiri.

Menurutnya, Indonesia saat ini masih menjadi pengimpor berbagai solusi keamanan siber, mulai dari perangkat lunak hingga infrastruktur. Karena itu, kehadiran WolfSight diharapkan dapat memicu lahirnya lebih banyak inovasi lokal dan memperkuat industri keamanan siber nasional.

"Kami ingin menyalakan semangat agar semakin banyak pelaku keamanan siber Indonesia yang menciptakan produknya sendiri. Selama ini kita masih menjadi net importer di sektor cyber security," ujarnya.

Riefky menambahkan bahwa pengembangan teknologi keamanan siber lokal sejalan dengan agenda pemerintah untuk memperkuat kedaulatan teknologi Indonesia. Ia menegaskan Indonesia tidak boleh terus bergantung pada solusi asing ketika talenta dalam negeri memiliki kemampuan untuk menghasilkan teknologi kelas dunia.

"Kita tidak boleh bergantung sepenuhnya pada solusi keamanan siber asing ketika kita memiliki talenta yang mampu menghadirkan solusi kelas dunia," kata Riefky.

Pemerintah pun menegaskan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan ekosistem inovasi digital melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, komunitas, media, dan lembaga pembiayaan. Dengan dukungan tersebut, Indonesia diharapkan mampu menjadi salah satu pusat inovasi keamanan siber dan ekonomi digital terdepan di kawasan Asia Tenggara.

x|close