Qodari Sebut Program Gentengisasi Dorong Pertumbuhan UMKM Pengrajin Lokal

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Jun 2026, 15:22
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari memberikan paparan Program Prioritas PHTC di Auditorium Bakom, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari memberikan paparan Program Prioritas PHTC di Auditorium Bakom, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menegaskan bahwa program gentengisasi tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas rumah masyarakat, tetapi juga dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pengrajin genteng lokal.

Menurut Qodari, program tersebut merupakan salah satu langkah pemerintah untuk memastikan pembangunan rumah layak huni berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat melalui penggunaan produk dalam negeri.

"Program gentengisasi merupakan inisiatif Presiden Prabowo agar pembangunan rumah layak tidak hanya berfokus pada fisik hunian, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dan pelaku UMKM," ujar Qodari di Auditorium Bakom, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026.

Ia menjelaskan bahwa program gentengisasi telah menjadi bagian dari skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Program itu juga masuk dalam agenda prioritas nasional melalui gerakan Indonesia Asri yang merupakan singkatan dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah.

Pelaksanaan program secara resmi dimulai pada 11 Maret 2026 di Sentra UMKM genteng Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Pada saat peluncuran, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melepas 14 truk yang membawa sekitar 75.000 genteng hasil produksi para pengrajin setempat.

Qodari mengungkapkan hingga kini total pemesanan yang telah terealisasi mencapai 24 truk. Nilai komitmen transaksi dari berbagai pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun sektor swasta, tercatat sekitar Rp3 miliar.

Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menganggarkan perbaikan untuk 250 unit rumah dengan peluang tambahan dukungan dana sekitar Rp500 juta pada tahap berikutnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Majalengka menargetkan renovasi sebanyak 1.715 rumah tidak layak huni dengan kebutuhan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.

Selain itu, pemerintah pusat melalui program BSPS juga mengalokasikan bantuan untuk perbaikan 900 unit rumah di Kabupaten Majalengka. Program tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp1 miliar.

"Total komitmen pembelian genteng dari berbagai program ini mencapai Rp3 miliar yang seluruhnya diarahkan untuk menyerap produk UMKM pengrajin genteng lokal," kata Qodari menjelaskan.

(Sumber: Antara)

TERKINI

Istri Netanyahu Suka Teriak-teriak hingga Hina ART

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 09:20 WIB

Kemenlu Pastikan Seluruh WNI di Kolombia Aman Usai Gempa M 7,4

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 09:19 WIB

Calon Senator Muslim AS Sindir Trump

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 09:18 WIB

Hujan Deras Berhari-hari di Filipina, 16 Orang Tewas

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 09:10 WIB

Israel Tutup Desa Kristen di Tepi Barat Palestina

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 09:05 WIB

Prabowo Bakal Buka Muktamar ke-35 NU di Jombang 27 Agustus

Nasional Selasa, 11 Agu 2026 | 09:04 WIB

Modus-modus SMS Pinjaman Online Cepat Cair yang Bodong

News Selasa, 11 Agu 2026 | 09:03 WIB

Kerangka Wanita Hamil Berusia 9.000 Tahun Ditemukan

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 08:55 WIB
Load More

HIGHLIGHT

x|close