Ntvnews.id, London - Gelombang panas ekstrem yang melanda Inggris menyebabkan gangguan pada operasional kereta api di berbagai wilayah. Sejumlah operator terpaksa mengurangi jadwal perjalanan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak suhu tinggi.
Kebijakan tersebut diterapkan untuk mencegah kerusakan pada infrastruktur perkeretaapian akibat cuaca panas. Suhu yang sangat tinggi dikhawatirkan dapat menyebabkan kabel listrik di atas rel mengendur, rel kereta melengkung, hingga meningkatkan risiko kebakaran di sekitar jalur rel.
Para penumpang pun diimbau untuk melakukan perjalanan lebih awal jika memungkinkan serta membawa persediaan air minum selama berada di perjalanan. Banyaknya pembatalan layanan secara mendadak juga membuat informasi pada aplikasi perencana perjalanan belum dapat menampilkan jadwal secara akurat.
Dilansir dari The Independent, Minggu, 28 Juni 2026, operator kereta Avanti West Coast menjadi salah satu perusahaan yang memangkas layanan sejak Selasa hingga Kamis. Perusahaan tersebut memperingatkan bahwa potensi gangguan tambahan masih dapat terjadi.
"Masih ada risiko gangguan lebih lanjut," bunyi penjelasan Avanti West Coast.
Perusahaan itu juga memberikan kelonggaran bagi penumpang dengan mengizinkan penggunaan tiket untuk kereta yang berangkat lebih awal tanpa biaya tambahan. Sementara itu, pelanggan yang memutuskan membatalkan perjalanan pada periode tersebut berhak mendapatkan pengembalian dana penuh.
Di sisi lain, Chiltern Railways memangkas lebih dari separuh jadwal operasional keretanya selama tiga hari. Kebijakan tersebut memengaruhi layanan dari dan menuju London Marylebone, Birmingham, Oxford, serta Aylesbury melalui Amersham.
"Kami sangat menyarankan Anda untuk menghindari bepergian jika memungkinkan, kereta beroperasi dengan jumlah yang jauh lebih sedikit demi menjaga keselamatan semua orang. Akibatnya, Anda mungkin mengalami keterlambatan yang signifikan dan kondisi kereta yang sangat padat," penjelasan Chilern Railways.
Baca Juga: Menhut Paparkan 3 Agenda Strategis Indonesia pada Pertemuan FCLP di London
Great Western Railway (GWR) juga meminta masyarakat untuk hanya menggunakan layanan kereta bagi perjalanan yang benar-benar mendesak pada Rabu dan Kamis, ketika Badan Meteorologi Inggris (Met Office) mengeluarkan peringatan cuaca merah.
Menurut GWR, suhu tinggi yang berlangsung dalam waktu lama dapat memengaruhi performa armada kereta regional, terutama pada komponen mesin dan sistem pendingin. Operator tersebut juga mengurangi layanan kereta pada rute London Paddington dan Reading hingga Jumat.
Pengurangan layanan ini dilakukan setelah Network Rail membatasi penggunaan wesel atau perangkat pemindah jalur guna meminimalkan risiko gangguan akibat suhu ekstrem.
Sementara itu, LNER juga memperbolehkan penumpang yang memiliki tiket pada Selasa untuk menggunakan layanan kereta dengan jadwal lebih awal. Namun, operator tersebut tetap mengimbau masyarakat agar menunda perjalanan pada Rabu dan Kamis.
Gelombang Panas (Istimewa)
Gangguan serupa turut terjadi pada jaringan Transport for Wales, termasuk rute Pontypridd-Cardiff Bay dan Coryton-Penarth. South Western Railway juga melakukan pengurangan jumlah layanan kereta.
Selain cuaca panas ekstrem, hujan lebat yang mengguyur wilayah Inggris pada malam sebelumnya menyebabkan banjir di Hampton, London barat daya. Kondisi tersebut mengganggu operasional South Western Railway pada Selasa pagi dan menyebabkan keterlambatan parah pada layanan Elizabeth Line antara Bandara Heathrow dan London Paddington.
Gangguan juga terjadi pada jaringan London Underground. Seluruh layanan Circle Line sempat dihentikan sementara pada Selasa pagi akibat masalah pada sistem persinyalan.
Arsip - Bendera Inggris terlihat dengan latar belakang Big Ben di London. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)