Klarifikasi Yuenchi Arwindi Usai Dituding Jadi Wanita Simpanan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jul 2026, 15:57
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Pengacara muda Yuenchi Arwindi yang Disebut Simpanan Febrie Pengacara muda Yuenchi Arwindi yang Disebut Simpanan Febrie (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Pengacara muda Yuenchi Arwindi akhirnya angkat bicara terkait tuduhan yang menyebut dirinya sebagai wanita simpanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Tuduhan tersebut belakangan ramai beredar di media sosial hingga menyeret namanya ke ruang publik.

Melalui sebuah video klarifikasi yang dikutip pada Rabu (15/7/2026), Yuenchi menyampaikan bantahan atas berbagai informasi yang beredar mengenai dirinya.

"Saya Yuenchi advokat yang tergabung dalam Peradi, menyampaikan klarifikasi terhadap pemberitaan yang beredar," ucap Yuenchi Arwindi dikutip dari media sosial, pada Rabu (15/7/2026).

Ia kemudian menegaskan bahwa klarifikasi tersebut ditujukan untuk menjawab tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan mantan Jampidsus.

"Yang berisi tentang tuduhan terhadap saya dan Eks Jampidsus, Bapak Febrie Adriansyah," imbuhnya.

Dalam pernyataannya, Yuenchi membantah secara tegas seluruh tuduhan yang menyebut dirinya sebagai wanita simpanan Febrie Adriansyah. Ia juga membantah kabar yang menyebut dirinya menerima uang miliaran rupiah maupun menjadi pihak yang menyimpan aset hasil dugaan tindak pidana korupsi.

"Dengan ini saya menyampaikan yang sebenar-benarnya, sumpah Demi Allah, Demi Tuhan Yang Maha Esa, tuduhan tersebut sebagai simpanan atau ani-ani, atau penyimpanan aset, atau menerima uang miliaran rupiah, adalah tidak benar dan tidak berdasar," kata Yuenchi.

Selain membantah tuduhan tersebut, Yuenchi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memiliki hubungan maupun komunikasi dengan Febrie Adriansyah. Ia menjelaskan selama ini hanya menjalankan profesinya sebagai advokat sesuai ketentuan hukum dan kode etik yang berlaku.

"Saya menjalani profesi saya setelah disumpah di Pengadilan Tinggi Bandar Lampung, setelah itu saya menjalaninya dengan profesional dan sesuai dengan kode etik, saya juga mendampingi klien saya sesuai dengan undang-undang yang berlaku," ujar Febri.

Lebih lanjut, Yuenchi kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah bertemu ataupun berkomunikasi dengan mantan Jampidsus tersebut. Menurutnya, tuduhan yang beredar tidak memiliki dasar dan merupakan fitnah.

"Saya menegaskan saya tidak pernah bertemu dengan beliau atau melakukan komunikasi, saya juga tidak mengerti mengapa pemberitaan ini bisa muncul, karena tuduhan ini adalah fitnah," imbuhnya.

Baca Juga: Indonesia dan Singapura Perkuat Kerja Sama Pertahanan Lewat Pertemuan Menhan

Yuenchi menduga isu tersebut muncul karena dirinya pernah bekerja sebagai advokat di sebuah kantor hukum berinisial BS yang berlokasi di sekitar Gedung Kejaksaan Agung RI. Meski demikian, ia menegaskan seluruh pekerjaannya dilakukan secara profesional.

"Saya menduga tuduhan ini karena saya pernah melakukan pekerjaan sebagai advokat di kantor hukum berinisial BS, di sekitar Kejaksaan Agung, tapi saya melakukannya dengan profesional," ucap Yuenchi.

Merasa nama baik dan kehormatannya telah dirugikan akibat tuduhan yang beredar, Yuenchi memastikan akan menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan informasi tersebut. Saat ini, ia mengaku sedang mendata akun media sosial yang diduga menyebarkan tuduhan tersebut.

"Saat ini saya sedang melakukan pendataan terhadap akun media sosial yang menyebarkan informasi tidak benar, saya akan mengambil langkah hukum," kata Yuenchi.

Sementara itu, di sisi lain, Febrie Adriansyah diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka pada Sabtu (11/7/2026). Penetapan tersebut berkaitan dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Kasus yang menjerat mantan Jampidsus itu meliputi dugaan korupsi dan TPPU yang berkaitan dengan proyek batu bara pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), PT Asabri, serta PT Krakatau Steel.

x|close