Kilas Balik Karier Nanik S Deyang, dari Jurnalis hingga Pimpin Badan Gizi Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Jul 2026, 11:24
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Kepala BGN Nanik S. Deyang. Kepala BGN Nanik S. Deyang. (YouTube)

Ntvnews.id, Jakarta - Keputusan Nanik Sudaryanti Deyang mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Rabu (22/7/2026) menjadi perhatian publik. Pengunduran diri tersebut disampaikan karena alasan kesehatan yang mengharuskannya menjalani pengobatan di luar negeri.

"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena Presiden prihatin dan kasihan dengan saya, Presiden menyetujui," tulis Nanik di media sosialnya.

Di balik pengunduran diri tersebut, Nanik memiliki perjalanan karier yang cukup panjang, mulai dari dunia jurnalistik hingga menduduki sejumlah posisi strategis di pemerintahan.

Nanik lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Karier profesionalnya diawali sebagai jurnalis di Tabloid Bangkit. Latar belakang di dunia media menjadi pijakan awal sebelum dirinya terjun ke dunia politik dan pemerintahan.

Namanya mulai dikenal luas saat bergabung dalam tim pemenangan Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2019. Kala itu, Nanik dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Meski pasangan tersebut kalah dari Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Nanik tetap menjadi bagian dari lingkaran pendukung Prabowo.

Baca Juga: Wanita Terkurung di Dalam Daycare Ciputat

Setelah Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden RI, karier Nanik di pemerintahan semakin berkembang. Ia dipercaya menjadi Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) untuk periode 2024-2029.

Tak lama berselang, Nanik juga mendapat amanah sebagai Komisaris Independen PT Pertamina pada 2025. Penunjukan tersebut menambah daftar jabatan strategis yang pernah diembannya di pemerintahan.

Kariernya kemudian berlanjut di Badan Gizi Nasional. Pada 17 September 2025, Nanik diangkat sebagai Wakil Kepala BGN. Kurang dari satu tahun kemudian, ia dipercaya memimpin lembaga tersebut setelah ditunjuk menjadi Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana.

Pergantian kepemimpinan itu terjadi setelah Dadan Hindayana bersama dua pimpinan BGN lainnya, yakni Loedwijk Pusung dan Sony Sanjaya, mengundurkan diri. Beberapa waktu kemudian, ketiganya ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi oleh Kejaksaan Agung.

Baca Juga: Harga Pangan Hari Ini: Cabai dan Bawang Kompak Turun, Telur Ayam Naik

Di tengah proses penyidikan perkara dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), nama Nanik turut menjadi sorotan. Kejaksaan Agung membuka peluang untuk memeriksa dirinya sebagai saksi. Hal itu disampaikan Direktur Penyidikan Jampidsus, Syarief Sulaeman Nahdi.

"Untuk NSD sudah beberapa kali saya sampaikan, ya. Semua orang yang mengetahui, mengalami, itu berpotensi diperiksa sebagai saksi, ya berpotensi ya. Tapi semua orang sebagai saksi itu belum tentu dia melakukan penyimpangan," ujarnya pada 23 Juni 2026.

Kini, setelah hanya sekitar satu bulan menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik memutuskan mundur dari jabatannya karena alasan kesehatan. Ia menyatakan harus menjalani pengobatan di luar negeri sehingga memilih melepas tanggung jawab sebagai pimpinan Badan Gizi Nasional.

x|close