Trump dan Xi Jinping Akan Bahas Dominasi AI dalam Pertemuan di Washington

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jul 2026, 13:30
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Zhongnanhai, Beijing, Jumat, 15 Mei 2026. Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Zhongnanhai, Beijing, Jumat, 15 Mei 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Tokyo - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) akan menjadi salah satu topik yang dibahas saat pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping di Gedung Putih pada September mendatang.

Trump mengatakan Amerika Serikat harus mempertahankan posisi sebagai negara terdepan dalam pengembangan teknologi AI. Pernyataan itu disampaikan saat mengumumkan inisiatif pemerintah AS untuk melindungi masyarakat dari potensi kenaikan biaya listrik akibat meningkatnya kebutuhan pusat data AI di Washington.

"Saya selalu mengatakan bahwa tujuan Amerika harus mendominasi masa depan, dan itu termasuk menjadi negara adidaya nomor satu dalam kecerdasan artifisial," kata Trump.

Menurut Trump, AS saat ini masih unggul dibandingkan China dalam bidang AI dan ingin mempertahankan keunggulan tersebut.

Baca JugaTrump dan Xi Jinping Akan Bertemu di KTT APEC, Apa yang Bakal Dibahas?

"Kami memimpin China. Kami ingin mempertahankan posisi itu," ujar Trump. "Presiden Xi akan datang pada 24 September, dan kami telah membicarakan hal itu ketika saya berada di Beijing, dan kami akan membahasnya lagi."

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt sebelumnya menyampaikan bahwa dugaan pencurian teknologi AI oleh perusahaan asal China terhadap perusahaan Amerika kemungkinan menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan kedua pemimpin negara tersebut.

"Selalu ada berbagai topik yang dibahas. Saya membayangkan ini akan menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi presiden dan pemerintahan ini," kata Leavitt dalam konferensi pers saat ditanya mengenai dugaan tersebut.

Pernyataan itu muncul setelah pemerintah Amerika Serikat menuduh perusahaan rintisan AI asal China, Moonshot AI, mencuri teknologi dari model AI milik perusahaan Amerika, Anthropic, yaitu Claude Fable 5.

Baca JugaApa Hasil Obrolan Trump dan Xi Jinping Via Telepon Selama 1 Jam?

Penasihat utama teknologi Gedung Putih Michael Kratsios menyebut pemerintah AS memiliki informasi bahwa Moonshot AI diduga menggunakan model Claude Fable 5 milik Anthropic untuk mengembangkan model AI terbarunya, Kimi K3, melalui metode distillation.

Isu tersebut mencuat ketika hubungan Washington dan Beijing mulai mengalami perbaikan menjelang rencana pertemuan tingkat tinggi antara Trump dan Xi Jinping di Gedung Putih.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Manila untuk membahas persiapan kunjungan Xi ke Amerika Serikat.

Sebelumnya, Trump melakukan kunjungan ke Beijing pada pertengahan Mei dan mencapai kesepakatan bersama Xi untuk menjaga stabilitas hubungan kedua negara meskipun masih terdapat sejumlah perbedaan.

Dalam kunjungan tersebut, Trump turut mengundang Xi Jinping untuk menghadiri pertemuan di Gedung Putih pada 24 September mendatang.

(Sumber: Antara)

x|close