Iran Tegaskan Belum Siap Berunding dengan AS, Minta Hal Ini

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jul 2026, 06:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Ilustrasi - Perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Iran menegaskan belum memiliki rencana untuk kembali membuka perundingan dengan Amerika Serikat setelah konflik antara kedua negara kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir meski sempat terjadi gencatan senjata. Teheran menyatakan bahwa kemungkinan dialog di masa mendatang sepenuhnya bergantung pada perubahan sikap Washington.

Dalam konferensi pers pada Senin, 27 Juli 2026, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, membantah kabar yang menyebut Teheran telah mengajukan permintaan untuk kembali berunding dengan Amerika Serikat.

"Saat ini kami tidak sedang melakukan perundingan apa pun dengan pihak Amerika," kata Baqaei dalam konferensi pers tersebut, dikutip dari Anadolu, Selasa, 28 Juli 2026.

Ia juga menepis laporan mengenai adanya permintaan dari Iran untuk memulai kembali negosiasi.

"Itu tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kami. Klaim bahwa Iran telah meminta perundingan hanyalah laporan semata," kata Baqaei menambahkan sebagaimana dikutip kantor berita semi-resmi Mehr.

Meski demikian, Baqaei mengakui bahwa sejumlah pihak ketiga kemungkinan tengah berperan sebagai mediator dengan menyampaikan pesan di antara kedua negara.

Ia menegaskan diplomasi tetap menjadi instrumen penting bagi Iran dalam menjaga kepentingan nasionalnya.

Baca Juga: Trump Tunda Serangan Udara ke Iran Gegera Stok Amunisi Menipis

"Kami tidak pernah ragu menggunakan instrumen diplomatik untuk melindungi kepentingan nasional kami. Kami memandang diplomasi sebagai cara untuk menjaga kepentingan nasional Iran," ujarnya seperti dikutip Anadolu Agency.

Saat ditanya mengenai syarat dimulainya kembali perundingan, Baqaei menilai Amerika Serikat harus lebih dulu menunjukkan perubahan sikap.

"Amerika Serikat terlebih dahulu harus menunjukkan perilaku yang lebih bertanggung jawab." tambahnya.

Ia kemudian menambahkan, "Amerika Serikat harus belajar bagaimana bertindak sebagai pemerintahan yang bertanggung jawab," katanya.

Baqaei turut menuduh Washington telah bertindak seperti kelompok mafia dalam satu hingga dua tahun terakhir dengan mengabaikan hukum internasional.

Arsip - Asap membubung setelah ledakan menghantam wilayah timur laut, barat, dan pusat di tengah serangan Israel di Teheran, Iran, pada Rabu, 1 April 2026. <b>(Antara)</b> Arsip - Asap membubung setelah ledakan menghantam wilayah timur laut, barat, dan pusat di tengah serangan Israel di Teheran, Iran, pada Rabu, 1 April 2026. (Antara)

"Selama perilaku seperti ini masih berlanjut, kami tidak dapat berharap terciptanya suasana publik yang kondusif," tambahnya.

Sebelumnya, pada Minggu, juru bicara militer Iran Amir Mohammad Akraminia menyatakan bahwa Amerika Serikat telah menghentikan serangannya selama dua hari terakhir dan operasi balasan Iran juga telah dihentikan.

Sementara itu, laporan Axios pada Sabtu menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menginstruksikan militer AS untuk tidak melancarkan serangan baru terhadap Iran. Keputusan tersebut menghentikan rangkaian serangan harian yang telah berlangsung selama hampir dua pekan.

TERKINI

Iran Panggil Dubes Prancis, Ada Apa?

Luar Negeri Selasa, 28 Jul 2026 | 07:05 WIB

Pria Bersenjata Pisau Serang Tiga Wanita, 2 Korban Kritis

Luar Negeri Selasa, 28 Jul 2026 | 07:05 WIB

Iran Tegaskan Belum Siap Berunding dengan AS, Minta Hal Ini

Luar Negeri Selasa, 28 Jul 2026 | 06:55 WIB

Liga Arab Peringatkan Timur Tengah di Ambang Ledakan

Luar Negeri Selasa, 28 Jul 2026 | 06:50 WIB

Pria Tikam Polisi Gara-gara Tersinggung Ditegur

Viral Selasa, 28 Jul 2026 | 06:31 WIB

Ranjau Laut di Selat Hormuz Akhirnya Telan Korban

Luar Negeri Selasa, 28 Jul 2026 | 06:10 WIB
Load More
x|close