Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Jepang, Mall Ambruk dan Puluhan Orang Terjebak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jul 2026, 21:39
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi gempa bumi Ilustrasi gempa bumi (Antara)

Ntvnews.id, Kumamoto - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang, pada Selasa, 28 Juli 2026, mengakibatkan sebagian bangunan pusat perbelanjaan ambruk. Insiden tersebut dilaporkan membuat puluhan orang terjebak di bawah reruntuhan.

Dilansir dari laman Sputnik, kerusakan terjadi di pusat perbelanjaan Aeon Mall setelah gempa utama mengguncang wilayah tersebut. Kurang dari satu jam setelahnya, gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,1 kembali mengguncang kawasan yang sama.

Menurut laporan FNN TV, sekitar pukul 18.00 waktu setempat atau 16.00 WIB, dinas pemadam kebakaran menerima sejumlah panggilan darurat yang melaporkan adanya ledakan di Aeon Mall. Tak lama kemudian, asap putih terlihat membubung dari bangunan tersebut.

Rekaman udara yang ditayangkan NHK memperlihatkan sebagian dinding luar gedung runtuh hingga hanya menyisakan rangka besinya. Siaran itu juga menunjukkan sebagian struktur atap ambruk dan terdapat lubang besar di bagian atas bangunan.

Berdasarkan laporan media lokal, lantai dua pusat perbelanjaan tersebut mengalami keruntuhan sehingga menyebabkan puluhan orang terjebak di bawah puing-puing bangunan. Sementara itu, sekitar 200 orang lainnya dilaporkan berhasil menyelamatkan diri dan berkumpul di area parkir.

Sejumlah korban juga dilaporkan mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut. Hingga kini, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim penyelamat.

Ketua Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihaka mengatakan pemerintah masih mengumpulkan informasi mengenai kondisi di lokasi terdampak.

"Saat ini kami tengah mengkonfirmasi situasi yang terjadi. Kami juga masih mengkonfirmasi tingkat kerusakan," kata Ketua Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihaka, seperti dikutip NHK.

Merespons situasi darurat tersebut, pemerintah Jepang segera membentuk satuan tugas khusus di bawah pusat penanganan krisis Perdana Menteri Jepang untuk mengoordinasikan penanganan bencana.

Selain menyebabkan kerusakan pada pusat perbelanjaan, gempa juga dilaporkan memicu kebakaran di sejumlah lokasi serta merusak jalan dan bangunan rumah warga. Kendati demikian, hingga laporan awal diterbitkan, tidak ditemukan gangguan pada pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang berada di wilayah terdampak.

Laporan sementara menyebutkan lebih dari 50 orang mengalami luka-luka akibat gempa besar yang mengguncang wilayah barat daya Jepang tersebut.

 
x|close