Italia Larang Cadar di Sekolah dan Batas Siswa Asing

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Sep 2026, 09:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Arsip foto - Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyampaikan pandangan saat pembukaan KTT G20 Indonesia 2022 di Nusa Dua, Bali, Selasa, 15 November 2022. ANTARA/MEDIA CENTER G20 INDONESIA/Prasetyo Utomo/wsj. Arsip foto - Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyampaikan pandangan saat pembukaan KTT G20 Indonesia 2022 di Nusa Dua, Bali, Selasa, 15 November 2022. ANTARA/MEDIA CENTER G20 INDONESIA/Prasetyo Utomo/wsj. (Antara)

Ntvnews.id, Roma - Pemerintah Italia tengah menyiapkan sejumlah aturan baru di sektor pendidikan. Kebijakan tersebut mencakup larangan penggunaan penutup wajah seperti niqob dan burqa di sekolah serta pembatasan jumlah siswa asing dalam satu kelas.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengungkapkan rencana tersebut dalam sebuah acara kepemudaan yang diselenggarakan Partai Brothers of Italy. Kebijakan itu menjadi bagian dari penegasan agenda politik partainya.

"Segera akan diajukan sebuah kebijakan dalam rapat kabinet untuk menetapkan secara hukum jumlah maksimum siswa asing dalam satu kelas," kata Meloni dikutip dari Reuters, Senin, 21 September 2026.

Meloni menjelaskan, keberadaan satu siswa yang belum memahami bahasa Italia dalam sebuah kelas masih memungkinkan untuk ditangani melalui bantuan guru dan teman-teman sekelas. Menurut dia, kondisi tersebut dapat membantu siswa bersangkutan mempelajari bahasa Italia sekaligus beradaptasi dengan lingkungan pendidikan.

"Namun, jika jumlah anak yang tidak memahami bahasa tersebut menjadi banyak atau bahkan mayoritas, itu bukan lagi integrasi, melainkan pengabaian," imbuhnya.

Baca Juga: Trump Kritik PM Italia Giorgia Meloni Usai Tolak Ikut Perang Lawan Iran

Meski demikian, Meloni belum menjelaskan secara rinci mengenai jumlah maksimal siswa asing yang nantinya dapat berada dalam satu kelas.

Selain membatasi jumlah siswa asing, kebijakan tersebut juga akan mengatur kewajiban bagi orang tua siswa asing yang mengalami kesulitan serius dalam beradaptasi dengan sistem pendidikan Italia untuk mempelajari bahasa Italia.

Aturan yang sedang disusun pemerintah juga mencakup pelarangan penggunaan penutup wajah, termasuk niqob dan burqa, di lingkungan sekolah.

"Kalian harus bersekolah dengan wajah terbuka, dan di Italia tidak seorang pun, atas nama tradisi yang nyata maupun yang dianggap sebagai tradisi, boleh memutuskan bahwa seorang perempuan muda harus menutupi dirinya," ujar Meloni.

Italia merupakan salah satu negara Eropa yang menghadapi arus kedatangan migran cukup besar karena letaknya di kawasan Mediterania tengah. Kondisi tersebut membuat persoalan migrasi menjadi isu sensitif sekaligus tantangan bagi pemerintah Italia.

Isu integrasi migran, khususnya mereka yang berasal dari negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim, juga masih menjadi perdebatan di tengah masyarakat dan politik Italia.

Perbedaan pandangan mengenai simbol keagamaan, integrasi budaya, kewarganegaraan, hingga kebijakan imigrasi kerap memunculkan perdebatan di ruang publik.

Berdasarkan data Fondazione ISMU, siswa yang bukan warga negara Italia mencapai 11,6 persen dari total siswa di Italia. Artinya, sekitar 12 dari setiap 100 siswa yang bersekolah di negara tersebut bukan merupakan warga negara Italia.

x|close