Rano Karno Ajak Jajaran Pemprov DKI Teruskan Semangat Rapat IKADA

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Sep 2026, 14:17
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Rano Karno jadi inspektur Upacara Peringatan Hari Rapat Raksasa IKADA ke-81 Tahun 2026 Rano Karno jadi inspektur Upacara Peringatan Hari Rapat Raksasa IKADA ke-81 Tahun 2026 (Pemprov DKI)

NTVNews.id, Jakarta - Semangat perjuangan rakyat yang berkumpul dalam Rapat Raksasa IKADA 19 September 1945 kembali dikenang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dalam peringatan ke-81 tahun 2026, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengajak seluruh jajaran Pemprov DKI meneruskan semangat tersebut untuk menjawab berbagai tantangan Jakarta di masa kini.

Pesan itu disampaikan Rano saat menjadi inspektur Upacara Peringatan Hari Rapat Raksasa IKADA ke-81 Tahun 2026 yang digelar di Halaman Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 21 September 2026.

Dalam amanatnya, Rano mengingatkan bahwa kehadiran ribuan rakyat di Lapangan IKADA pada 19 September 1945 bukan sekadar peristiwa berkumpulnya masyarakat. Momentum itu menjadi bentuk keterlibatan rakyat dalam menjaga masa depan Republik Indonesia yang saat itu masih sangat muda.

"Rakyat datang bukan karena kemerdekaan telah selesai diperjuangkan, tetapi sebaliknya, mereka datang karena masa depan Republik ketika itu masih harus terus diperjuangkan," katanya.

Rapat Raksasa IKADA berlangsung ketika usia Republik Indonesia belum genap lima pekan setelah Proklamasi Kemerdekaan. Ribuan rakyat berkumpul di Lapangan IKADA sebagai bentuk penegasan bahwa kemerdekaan harus terus dijaga dan diperjuangkan.

Baca Juga: JITEX 2026, Rano Karno Dorong Karya dan Kekayaan Intelektual Jakarta Tembus Pasar Global

Bagi Rano, peristiwa tersebut menyimpan pesan yang tetap relevan bagi Jakarta hingga saat ini. Semangat perjuangan tidak berhenti setelah kemerdekaan diraih, tetapi berlanjut melalui kerja bersama untuk memastikan masyarakat memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Rano, yang juga akrab disapa Bang Doel itu menilai, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan bangsa. Karena itu, semangat yang lahir dari Rapat Raksasa IKADA perlu diterjemahkan dalam bentuk kerja nyata menghadapi persoalan Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa dirinya mewakili Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yang sedang berada di New York untuk menghadiri Urban 20 Mayors Summit sekaligus bertemu dengan Wali Kota New York Zohran Mamdani.

Rano mengaitkan kunjungan tersebut dengan jejak sejarah Presiden Soekarno di New York pada 1960. Saat itu, Soekarno menyampaikan pidato berjudul "To Build the World Anew" di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut Rano, konteks kunjungan Jakarta ke New York pada masa kini memiliki semangat yang sejalan, yakni membawa gagasan mengenai masa depan kota dan dunia.

"Jika dahulu Bung Karno datang membawa gagasan tentang masa depan dunia, hari ini Jakarta datang membawa pengalaman dan gagasan tentang masa depan kota-kota dunia: tentang transportasi publik, lingkungan, ketahanan iklim, pangan, dan bagaimana sebuah kota harus tetap menjadi rumah yang layak bagi warganya," ujarnya.

Baca Juga: Rano Karno Ungkap 95 Persen Kebakaran Dipicu Korsleting Listrik, Warga Diminta Waspada

Rano menuturkan, bahwa Jakarta memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Berbagai momentum kebangsaan berlangsung di Jakarta, mulai dari Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan, hingga Rapat Raksasa IKADA.

Pembangunan harus tetap memperhatikan identitas dan karakter Jakarta. Pengembangan transportasi, ekonomi, lingkungan, infrastruktur, kebudayaan, serta sumber daya manusia perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga memori sejarah yang melekat dalam perjalanan ibu kota.

Rano juga menegaskan bahwa bentuk perjuangan masyarakat saat ini telah mengalami perubahan. Jika dahulu rakyat berjuang secara fisik untuk mempertahankan kemerdekaan, kini perjuangan diwujudkan melalui berbagai upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

"Perjuangan masyarakat tidak lagi diwujudkan melalui perjuangan fisik mempertahankan kemerdekaan, tetapi melalui upaya mengatasi kemiskinan dan ketimpangan, memperluas akses pendidikan dan kesempatan kerja, memperbaiki transportasi, menjaga lingkungan, serta melindungi kelompok rentan," imbuhnya.

Semangat perjuangan tersebut, lanjutnya, juga diperlukan ketika Jakarta menghadapi berbagai perubahan, mulai dari pembangunan infrastruktur, pengembangan Kepulauan Seribu, kemajuan teknologi, hingga tumbuhnya generasi baru.

"Hari ini Jakarta bekerja untuk menjadi kota yang menghadirkan keadilan dan kehidupan yang lebih baik bagi semua. Dari Lapangan IKADA, dari Jakarta hingga New York, Amerika, pesannya tetap sama: Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton perjalanan dunia. Indonesia harus ikut menulis masa depan dunia," pungkasnya.

x|close