BPBD: Empat Warga Terluka Imbas Banjir Bandang di Kabupaten Solok Sumbar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Sep 2026, 10:27
thumbnail-author
Muhammad Ridha
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Material banjir bandang berupa lumpur yang menutupi halaman masjid di sekitar kompleks perkantoran bupati Solok, Sumatera Barat. Material banjir bandang berupa lumpur yang menutupi halaman masjid di sekitar kompleks perkantoran bupati Solok, Sumatera Barat. (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat, melaporkan bahwa terdapat empat orang warga yang menderita luka-luka akibat bencana banjir bandang. Peristiwa nahas tersebut menerjang beberapa kawasan di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang pada Senin (21/9) malam.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Khairul, melalui sebuah keterangan tertulis di Solok pada Selasa, menjelaskan bahwa tiga dari korban luka tersebut sedang mendapatkan perawatan intensif di RSUD Arosuka. Sementara itu, satu korban lainnya harus dirujuk menuju salah satu rumah sakit di Kota Padang.

“Data sementara ada empat orang yang mengalami luka-luka. Tiga dirawat di RSUD Arosuka dan satu dirujuk ke SPH Padang,” katanya.

Di samping jatuhnya korban luka, pihak BPBD Kabupaten Solok turut melaporkan bahwa sebanyak sembilan kepala keluarga, atau yang mencakup total 32 jiwa, harus dievakuasi dan terpaksa mengungsi akibat hantaman banjir bandang tersebut.

Khairul memaparkan bahwa seluruh pengungsi saat ini telah dipusatkan pada dua titik lokasi pengungsian. Kedua lokasi tersebut memang telah dipersiapkan oleh pihak pemerintah daerah setempat khusus untuk menangani para warga yang menjadi korban terdampak bencana alam.

Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa banjir bandang ini juga memberikan dampak langsung terhadap 11 fasilitas kantor pemerintahan. Dari segi kerugian materiil berupa kendaraan, BPBD mencatat 21 unit mobil serta 7 unit sepeda motor yang mengalami kerusakan imbas kejadian tersebut.

Adapun luapan air dan lumpur dari banjir bandang ini menghantam area Kompleks Kantor Bupati Solok yang terletak di Bandar Baliang, Jorong Kayu Aro, dan Nagari Batang Barus. Selain itu, kawasan Nagari Koto Gaek Guguk di Kecamatan Gunung Talang turut menjadi wilayah yang terdampak cukup parah.

Dalam rangka merespons situasi tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan yang terdiri atas berbagai unsur terkait terus bergerak melakukan penyisiran. Proses penelusuran di berbagai titik lokasi terdampak banjir bandang ini terpantau masih terus berlangsung hingga Selasa.

Baca Juga: Dihantam Hujan Lebat, Thailand Utara Diterjang Banjir Bandang

Selain menelusuri lokasi, para petugas di lapangan juga berfokus pada upaya evakuasi bagi warga yang membutuhkan pertolongan. Pada saat yang bersamaan, proses pendataan terus digencarkan untuk mengkalkulasi total dampak kerugian dan kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana tersebut secara komprehensif.

“Penanganan dilakukan bersama unsur terkait di bawah koordinasi pemerintah daerah,” kata Khairul.

Ia menerangkan bahwa fenomena banjir bandang ini terjadi akibat tingginya curah hujan yang melanda kawasan Kabupaten Solok. Hujan lebat dengan intensitas tinggi tersebut diketahui telah mengguyur wilayah ini sejak Sabtu (19/9).

Curah hujan dengan intensitas tinggi tersebut pada akhirnya memicu peningkatan debit air secara drastis. Kondisi debit air yang berlebih inilah yang kemudian memicu meluapnya air dan menyebabkan banjir bandang di sejumlah kawasan.

Sampai dengan Selasa pagi, tim petugas gabungan terpantau masih siaga di lapangan untuk melaksanakan operasi penanganan darurat. Upaya evakuasi serta pencatatan data terhadap warga dan infrastruktur yang rusak masih menjadi prioritas utama pihak berwenang.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Solok mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat, khususnya yang bermukim di area terdampak, agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta untuk berjaga-jaga terhadap potensi terjadinya banjir susulan serta selalu mematuhi setiap instruksi yang diberikan oleh petugas di lapangan.

(Sumber: ANTARA)

x|close