Ketika Sinyal Menembus Batas, Internet Membawa Harapan Baru bagi Pelajar di Daerah 3T

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Sep 2026, 11:39
thumbnail-author
Ramses Manurung
Penulis & Editor
Bagikan
Koordinator Intervensi Infrastruktur TIK BAKTI, Faisal Arman Syam dalam program Abraham di Nusantara TV Koordinator Intervensi Infrastruktur TIK BAKTI, Faisal Arman Syam dalam program Abraham di Nusantara TV

Ntvnews.id, Bima - Upaya pemerintah melalui BAKTI Komdigi dalam mempercepat pemerataan konektivitas digital kini terus menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di seluruh penjuru Indonesia.

Lebih dari 31.000 titik akses internet telah dibangun untuk menjembatani kesenjangan digital, dengan prioritas utama dialokasikan bagi sektor pendidikan, fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, kantor desa, hingga terminal publik.

Sebelum hadirnya infrastruktur ini, sebagian besar desa di kawasan 3T berada dalam kondisi blank spot total dan terisolasi dari arus transformasi digital.

"Untuk bantuan infrastruktur BAKTI tujuannya memang untuk mengcover lokasi-lokasi yang belum tercover layanan telekomunikasi. Daerah-daerah blankspot. Memang daerah blankspot ini rata-rata berada di wilayah 3T. Itulah sebabnya kenapa banyak lokasi banyak bantuan di wilayah 3T," kata Koordinator Intervensi Infrastruktur TIK BAKTI, Faisal Arman Syam dalam program Abraham Nusantara TV, Senin (21/9).

"Akses internet seperti wifi kita tempatkan di lokasi-lokasi fasilitas seperti sekolah, puskesmas, kantor desa. Ada juga di terminal. Bahkan di tempat-tempat fasilitas layanan publik lainnya," imbuhnya.

Kini, masuknya jaringan Wi-Fi di sekolah-sekolah membawa titik balik besar bagi anak-anak desa untuk mengakses ilmu pengetahuan dan memelihara mimpi mereka.

Kehadiran akses internet disambut dengan rasa haru dan optimisme oleh para pelajar setempat.

Mengakhiri Keterasingan Warga Desa

Tidak hanya bagi sektor pendidikan, hadirnya sinyal internet juga mengubah cara pandang masyarakat terhadap potensi lokal desa yang selama ini sulit berkembang.

Baca juga: Walikota Bima Apresiasi BAKTI Komdigi-Nusantara TV Dorong Literasi Digital Masyarakat

Di era digitalisasi, keberadaan konektivitas menjadi kebutuhan mendasar bagi warga untuk memajukan daerahnya.

Perwakilan warga setempat mengungkapkan betapa berartinya perubahan ini setelah sekian lama merasa dikesampingkan dari pembangunan nasional.

"Kami ini seolah-olah termarginalkan selama ini, jadi potensi-potensi kami tidak dapat dieksploitasi secara maksimal karena kita sama-sama tahu bahwa era ini kan era digitalisasi. Keberadaan internet sangat menjadi kebutuhan yang mendasar untuk pemanfaatan dan pengembangan potensi yang ada di desa," ungkapnya.

Perjuangan Tim Teknis Menembus Medan Berat

Di balik lancarnya sinyal di pelosok, terdapat perjuangan keras tim teknis di lapangan yang harus menembus perbukitan dan perairan dengan tantangan geografis tinggi.

Untuk menangani gangguan di lokasi seperti Desa Doro O'o, tim harus menempuh perjalanan sekitar 45 kilometer atau 2 jam perjalanan dari homebase Kota Bima dengan membawa perlengkapan teknis dan keselamatan lengkap.

Penggunaan teknologi satelit VSAT menjadi solusi paling efektif untuk daerah terpencil yang tidak memungkinkan ditarik kabel atau dibangun menara pemancar microwave.

Dengan perangkat yang lebih ringan, sinyal satelit ini mampu menjangkau radius hingga 3 kilometer per sektor dan melayani kebutuhan jaringan untuk dua desa sekaligus, lengkap dengan baterai cadangan yang mampu menyokong daya selama 3 hingga 4 jam saat listrik padam.

x|close