Ntvnews.id, Meksiko City - Pemerintah Meksiko menerapkan aturan baru terkait penggunaan ponsel di lingkungan pendidikan. Siswa sekolah dasar dan menengah nantinya dilarang menggunakan ponsel selama berada di sekolah.
Kebijakan tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum pada Senin, 21 September 2026 waktu setempat. Pemerintah menyebut pembatasan ini bertujuan agar para siswa dapat lebih berkonsentrasi mengikuti kegiatan belajar.
"Tujuannya adalah memulihkan kreativitas dan menghindari penggunaan ponsel secara sembarangan, yang jika dikaitkan dengan media sosial dapat menimbulkan dampak sangat negatif," kata Sheinbaum dilansir dari AFP, Rabu, 23 September 2026.
Aturan tersebut akan mulai diberlakukan pada November 2026. Siswa tidak diperbolehkan menggunakan ponsel baik ketika proses pembelajaran berlangsung maupun saat waktu istirahat. Pengecualian diberikan untuk kondisi darurat dan kegiatan sekolah yang sebelumnya telah dijadwalkan.
Namun, larangan itu tidak mencakup siswa yang berada di tiga tahun terakhir pendidikan sebelum masuk perguruan tinggi serta mahasiswa.
Baca Juga: Cek Fakta: Komdigi Akan Terapkan Aturan Balik Nama Ponsel Bekas
Pemerintah Meksiko menetapkan aturan tersebut setelah melakukan konsultasi dengan tenaga pendidik dan para ahli. Konsultasi dilakukan untuk mempertimbangkan dampak negatif kecanduan media sosial terhadap anak-anak dan remaja.
Kementerian Pendidikan Meksiko menyebut mayoritas guru mendukung pembatasan penggunaan ponsel di sekolah. Berdasarkan survei yang dilakukan, sebanyak 81 persen guru menyatakan kebijakan tersebut diperlukan.
Meksiko kini bergabung dengan sejumlah negara yang telah menerapkan pembatasan serupa di sekolah. Prancis, Selandia Baru, dan Peru tercatat telah memberlakukan kebijakan pembatasan penggunaan ponsel bagi pelajar pada tahun ini.
Pemerintah di negara-negara tersebut menilai penggunaan ponsel secara berlebihan di kalangan pelajar dapat berkaitan dengan berbagai persoalan, mulai dari depresi, masalah citra tubuh, isolasi sosial, hingga risiko bunuh diri.
Ilustrasi ponsel (Freepik) (Freepik )