AS Ancam Hentikan Operasional Maskapai Iran di Seluruh Dunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Sep 2026, 11:32
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Ilustrasi Pesawat Ilustrasi Pesawat (Istimewas)

Ntvnews.id, Washington D.C - Amerika Serikat (AS) mengancam akan menghentikan operasional seluruh maskapai penerbangan Iran di luar negeri mulai Rabu, 23 September 2026. Ancaman tersebut muncul ketika pemerintahan Presiden Donald Trump meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan langsung ancaman itu pada Senin, 21 September 2026 lalu.

"Pada tanggal 23 September, semua maskapai penerbangan Iran akan dihentikan operasionalnya di seluruh dunia," kata Bessent, dikutip dari AFP, Rabu, 23 September 2026.

Langkah tersebut tidak hanya menyasar maskapai penerbangan Iran. AS juga memperingatkan perusahaan asing yang memberikan layanan kepada maskapai Iran dapat dikenai sanksi sekunder.

Bessent menegaskan, sejumlah pihak seperti bandara, pemasok bahan bakar, perusahaan penjualan tiket, hingga penyedia jasa penerbangan lainnya dilarang membantu maskapai Iran menjalankan operasinya di luar negeri.

"Jika mereka mendarat, Anda tidak boleh menyediakan bahan bakar, tidak boleh memberikan layanan pendaratan, dan tidak boleh menjual tiket kepada mereka; jika melanggar, Anda akan dikeluarkan dari sistem dolar," tegas Bessent.

Sebelumnya, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap 27 maskapai Iran pada Selasa, 8 September 2026 seperti dilaporkan CH Aviation.

Baca Juga: Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54.394 Personel Tangani Karhutla

Sanksi tersebut menjadi tindakan pertama Washington terhadap maskapai Iran setelah pemerintah AS menetapkan sektor penerbangan Iran sebagai sektor yang dapat dikenai sanksi pada Senin, 24 Agustus 2026.

Sebanyak 27 maskapai Iran yang masuk dalam daftar sanksi AS yakni Air Shiraz, Asa Jet Airline, Ata Airlines Company, Atlas Aviation Group, Ava Airlines, Chabahar Airlines Company, Erwan Airline Company, Fly Kish Airlines, Fly Persia Airlines, Iran Air Tour, Iran Aseman Airlines, Jsky Airlines, Kish Airlines, Karun Airlines Company, Lad Airways, Mehr Airways, Nasim Air, Pars Oghyanous Kish Company, Qeshm Air, Raimon Airways, Saha Airlines, Sepehran Airlines, Soroush Air, Taban Airlines, Toos Airlines, Varesh Airlines, dan Zagros Airlines.

Kementerian Keuangan AS menyebut pemberian sanksi tersebut merupakan bagian dari kampanye Operasi Pengasingan Ekonomi.

Kampanye itu ditujukan untuk mengisolasi sektor penerbangan Iran sekaligus menghentikan dukungan finansial yang menurut pemerintah AS membantu pemerintah Iran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026. <b>(Antara)</b> Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026. (Antara)

Departemen Keuangan AS menyatakan maskapai komersial Iran telah digunakan untuk membawa senjata, personel, serta kargo yang disebut ilegal. Salah satu maskapai yang menjadi perhatian Washington adalah Mahan Air yang sebelumnya telah masuk daftar sanksi AS.

Mahan Air dikenai sanksi AS sejak 2011 setelah dituduh memberikan dukungan kepada Pasukan Quds IRGC (IRGC-QF).

Kemudian pada 2019, Departemen Luar Negeri AS juga menetapkan sanksi terhadap Mahan Air berdasarkan kewenangan yang berkaitan dengan proliferasi senjata.

Sanksi terbaru terhadap maskapai-maskapai Iran tersebut juga meneruskan sejumlah tindakan yang diberlakukan AS pada April dan Juli 2026 terhadap jaringan yang dinilai mendukung operasional Mahan Air.

x|close