Ntvnews.id, Kuala Lumpur - Malaysia digegerkan dengan penemuan seekor ikan yang diduga merupakan piranha perut merah di Bendungan Klau, Raub, Negeri Pahang.
Dilansir dari Bernama, Rabu, 23 September 2026, ikan yang habitat alaminya berada di Sungai Amazon itu ditemukan seorang warga Malaysia pada 26 Agustus lalu.
Penemuan tersebut terjadi ketika warga tengah mencari ikan menggunakan jaring lempar. Ia terkejut setelah mendapati seekor ikan yang diduga piranha berada di antara hasil tangkapannya.
Direktur Jenderal Perikanan Malaysia, Datuk Adnan Hussain, mengatakan pemeriksaan menunjukkan ikan tersebut berasal dari genus Pygocentrus, yang merupakan kelompok keluarga piranha.
"Berdasarkan penilaian teknis oleh Lembaga Penelitian Perikanan (FRI) di Glami Lemi, Negeri Sembilan, terhadap foto dan rekaman video ikan tersebut, karakteristik morfologi yang dapat diamati konsisten dengan genus Pygocentrus, yang merupakan kelompok piranha," kata Adnan.
Meski demikian, Departemen Perikanan (DOF) Malaysia memastikan belum ada indikasi keberadaan populasi piranha di Bendungan Klau. Hal itu lantaran tidak ditemukan laporan mengenai ikan serupa lainnya sejak penemuan pertama.
Baca Juga: Prabowo dan Wakil PM Malaysia Perkuat Kerja Sama Penanganan Karhutla
"Konfirmasi pasti pada tingkat spesies tidak dapat dilakukan karena spesimen fisik tidak tersedia untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ikan tersebut dilaporkan telah mati dan dibuang oleh individu yang menangkapnya sebelum penyelidikan dilakukan," lanjutnya.
Adnan meminta masyarakat tidak panik. DOF akan terus melakukan pemantauan secara berkala di Bendungan Klau dan wilayah sekitarnya untuk mengetahui kemungkinan adanya perkembangan baru.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan mengenai dampak pelepasan ikan asing atau spesies invasif ke perairan umum.
Menurut Adnan, pelepasan spesies ikan asing yang bersifat invasif dapat mengganggu ekosistem perairan darat, mengancam populasi ikan lokal, hingga memengaruhi keanekaragaman hayati.
"Jika ikan yang diduga spesies asing seperti ini tertangkap, jangan dilepaskan kembali ke air. Simpan spesimen tersebut jika masih dalam kondisi yang sesuai dan segera hubungi kantor perikanan terdekat untuk pemeriksaan dan analisis lebih lanjut, termasuk pengujian asam deoksiribonukleat (DNA) jika diperlukan," kata Adnan.
Penemuan ikan yang diduga piranha tersebut kemudian menjadi perbincangan luas di media sosial dan memicu kekhawatiran warga Malaysia. Video penangkapan ikan itu juga disertai klaim bahwa ikan tersebut disebut telah memangsa seekor buaya.
Kabar tersebut membuat sebagian warga khawatir piranha telah berkembang biak dan menyebar di sejumlah perairan Malaysia.
Menanggapi kehebohan tersebut, petugas investigasi DOF mendatangi pemancing yang juga merupakan pedagang ikan di kawasan tersebut.
Dari hasil keterangannya, hanya terdapat satu ikan yang diduga piranha dalam jaring. Sementara hasil tangkapan lainnya terdiri atas Lampam Sungai, Lampam Jawa, Tilapia Zebra, dan Peacock Bass.
Ikan yang diduga piranha tersebut kemudian mati setelah dibawa ke daratan dan akhirnya dibuang ke semak-semak.
Bendera Malaysia (Pixabay)