NTVNews.id, Jakarta - Pemerintah pusat terus mempercepat proses pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Untuk memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai target, perkembangan penanganan akan disampaikan secara rutin setiap pekan.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, menegaskan pemerintah tidak tinggal diam menghadapi dampak bencana yang melanda tiga provinsi tersebut.
Pemerintah pusat bahkan telah menyiapkan anggaran mencapai Rp100,1 triliun untuk mendukung tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera.
Baca Juga: Tangani Karhutla, Mendagri Dorong Pemda Gercep dan Cegah Pembakaran Baru
"Ini kan menjadi bukti bahwa pemerintah, terutama pemerintah pusat tidak tinggal diam dengan peristiwa bencana Sumatera. Dan kita sudah bekerja betul-betul masif di tahap rehab dan rekon ini," terang Tito usai Rapat Koordinasi Perkembangan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumut, Sumbar di Bidang Pendidikan yang berlangsung di Posko Satgas PRR, Jakarta, Rabu, 23 September 2026.
Tito menjelaskan, setiap kementerian dan lembaga yang terlibat dalam penanganan pascabencana akan menyampaikan perkembangan pekerjaan secara berkala. Skema tersebut dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana proses pemulihan berlangsung, mulai dari sektor pendidikan, infrastruktur, kesehatan hingga pemulihan ekonomi.
Baca Juga: Mendagri Tito Pastikan Banjir Kab Solok Langsung Ditangani Pemerintah
Pada pekan ini, giliran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang menyampaikan perkembangan penanganan di sektor pendidikan. Hasilnya, kegiatan belajar-mengajar di 4.922 satuan pendidikan terdampak telah kembali berjalan 100 persen.
"Nanti akan ada penjelasan berikutnya di minggu berikutnya dan minggu-minggu seterusnya. Menteri PU (Pekerjaan Umum) mungkin akan menjelaskan bagaimana perbaikan akses jalan, jembatan, sungai, dan lain-lain yang jumlahnya juga masif," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tito menyebut tahap rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya fokus pada sisi infrastruktur, melainkan juga pada akses kesehatan hingga aspek ekonomi masyarakat terdampak bencana.
Ia mencontohkan langkah yang telah dilakukan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan program pemulihan sawah-sawah yang terdampak. Kemudian dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang fokus pada tambak warga yang terdampak.
"Meskipun di lapangan sebetulnya banyak yang bersentuhan sudah tahu, tapi penjelasan umum perlu kita lakukan. Kita akan lakukan penjelasan itu setiap minggu," tutupnya.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian (Kemendagri)