A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Pastikan Transparansi, Bappisus Bersama Menteri Imipas Periksa Lapas Cibinong - Ntvnews.id

Pastikan Transparansi, Bappisus Bersama Menteri Imipas Periksa Lapas Cibinong

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Sep 2026, 17:35
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (25/9/2026). Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (25/9/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Bogor - Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengecek langsung kondisi Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 25 September 2026.

Pengecekan ini dilakukan sebagai respons cepat atas temuan Ombudsman Republik Indonesia terkait dugaan penyimpangan fasilitas serta bangunan menyerupai apartemen di kawasan lapas tersebut.

Aris menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kebenaran informasi di lapangan setelah jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) melakukan pendalaman awal.

"Saya datang ke sini juga memastikan. Bila ada sesuatu yang tidak benar, maka harus kita tertibkan," tegas Aris.

Dalam peninjauan tersebut, keduanya menyusuri sejumlah titik, termasuk area rumah pegawai yang sebelumnya menjadi sorotan publik. Berdasarkan keterangan sementara, kompleks bangunan itu difungsikan sebagai tempat tinggal pegawai, di mana warga binaan juga dapat berada di area tersebut dalam kerangka kegiatan pembinaan. Kendati demikian, pemerintah berkomitmen memastikan tidak ada motif atau praktik transaksional di baliknya.

"Jangan sampai ada kepentingan-kepentingan yang terselubung di situ. Inilah tugas kami untuk menertibkan sehingga tidak ada namanya transaksional di dalam lapas, transaksional apa pun," ujar Aris.

Demi menjamin objektivitas, pemerintah membuka proses investigasi ini secara transparan dengan mengajak awak media melihat langsung lokasi-lokasi yang dipersoalkan. Aris menekankan bahwa tindakan tegas akan dijatuhkan kepada pihak yang terbukti melanggar aturan.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Imipas Agus Andrianto menjelaskan bahwa jajarannya masih mendalami peruntukan bangunan rumah pegawai serta menelusuri dugaan keterlibatan warga binaan yang disinyalir bisa mengakses fasilitas khusus dengan imbalan tertentu. Pemeriksaan mendalam masih terus bergulir untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

"Ini kita akan dalami apakah rumah pegawai ini betul-betul digunakan untuk rumah pegawai atau dimanfaatkan untuk kepentingan lain," pungkas Agus.

 
(Sumber: Antara)
 
x|close