A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Kolaborasi Bareng BPBD, Kenneth DPRD DKI Tebar 1 Ton Garam Untuk Modifikasi Cuaca - Ntvnews.id

Kolaborasi Bareng BPBD, Kenneth DPRD DKI Tebar 1 Ton Garam Untuk Modifikasi Cuaca

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Sep 2026, 21:01
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, mengawal langsung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Pangkalan Udara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Jumat, 25 September 2026.

Langkah ini dilakukan Kenneth untuk memastikan penanganan kekeringan di wilayah Jabodetabek melalui modifikasi cuaca supaya bisa berjalan optimal.

Pria yang akrab disapa Bang Kent itu menyampaikan, bahwa operasi yang digelar bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dan BMKG tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta, sehingga pengawasan ketat menjadi hal yang mutlak.

​"Sebagai Anggota Dewan, tentunya saya wajib mengawal kegiatan ini karena OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) ini menggunakan dana APBD DKI Jakarta yang di himpun dari skema uang rakyat. Kita harus kawal dan pastikan pelaksanaannya berjalan sebaik-baiknya,” ujar Kent dalam keterangannya, Jumat, 25 September 2026.

Dalam peninjauan teknis di lapangan, Kent turut mengecek langsung persiapan bahan semai yang disiapkan untuk penyemaian awan.

Baca Juga: Diskusi dengan Akademisi di Istana, Prabowo: Saya Hormat sama Pakar

Berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang menggunakan bahan NaCl cair (liquid), pada operasi hari ini petugas menyemai sebanyak 1 ton NaCl bahan garam halus (powder).

​"Jika sebelumnya menggunakan NaCl liquid, hari ini yang dibawa adalah NaCl powder sebanyak 1.000 kilogram atau 1 ton. Harapan kami hasilnya bisa maksimal sehingga curah hujan yang turun cukup banyak untuk menekan kekeringan sekaligus polusi udara di DKI Jakarta," jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan DKI Jakarta itu.

Lebih lanjut, Kent menuturkan bahwa OMC di langit Jabodetabek telah dilakukan sejak 18 September 2026.

Penyemaian awan pada 25 September 2026 merupakan hari terakhir untuk melakukan modifikasi cuaca karena pertumbuhan awan diprediksi menipis akhir pekan ini.

“Seperti yang disampaikan oleh pihak BMKG, mulai 26 September potensi pertumbuhan awan cukup rendah. Jadi harapannya garam NaCl yang ditabur selama sepekan terakhir bisa memicu awan hujan dalam waktu dekat,” pungkas Alumni PPRA Lemhannas RI Angkatan LXII itu.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Marulitua Sijabat mengatakan, OMC yang dilakukan pada 18-25 September 2026 memiliki tiga tujuan.

Pertama, kata Maruli, adalah untuk menurunkan polusi udara. Kemudian yang kedua adalah untuk membantu menurunkan hujan di wilayah DKI Jakarta.

“Jadi operasi modifikasi cuaca ini tujuannya adalah untuk menurunkan polusi, mengupayakan turunnya hujan dan meningkatkan kebutuhan air baku PAM Jaya,” ucap dia.

Atas OMC yang dilakukan, Maruli memprediksi hujan bakal turun dalam beberapa hari ke depan. Hanya saja curah hujan kemungkinan tak turun merata di seluruh wilayah Jakarta.

Hujan diprediksi lebih banyak turun di perbatasan Jakarta, seperti Bogor dan Depok.

“Hasil modifikasi cuaca kemungkinan bisa terlihat dalam waktu dekat, tapi hujan akan turun lebih banyak di perbatasan. Kalau di wilayah Jakarta mungkin di daerah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur,” tutup Maruli.

x|close