Kenang Momen Bersama Guruh Soekarnoputra, SBY: Beliau Seniman Realis Luar Biasa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Sep 2026, 14:43
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono didampingi putranya, Edhie Baskoro Yudhoyono saat ditemui di tempat persemayaman terakhir Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra di Jakarta, Sabtu (26/9/2026). Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono didampingi putranya, Edhie Baskoro Yudhoyono saat ditemui di tempat persemayaman terakhir Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra di Jakarta, Sabtu (26/9/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengenang kembali momen kebersamaannya dengan almarhum Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra saat keduanya menyumbangkan karya lukis dalam sebuah pameran sekitar dua tahun lalu.

Kala itu, SBY bersama Guruh menampilkan dua lukisan yang mengusung corak serupa dengan aliran realisme. Di mata SBY, almarhum merupakan seorang seniman berkarakter kuat yang konsisten melahirkan karya luar biasa.

"Beliau seorang realis dengan karyanya yang luar biasa. Saya juga belajar menjadi realis impresionis," ujar SBY saat ditemui di rumah duka Guruh di Jakarta pada Sabtu (26/9).

SBY menuturkan, interaksi hangat sempat terjalin di sela-sela pameran tersebut. Meski intensitas pertemuan mereka tidak terlampau sering, tali silaturahmi tetap terjaga dengan baik. Kenangan masa lalu turut ditarik kembali ke masa ketika SBY masih memegang tampuk kepemimpinan negara. Saat itu, ia secara khusus pernah mengundang Guruh ke Istana Negara untuk berdiskusi mendalam mengenai langkah-langkah strategis bagi kemajuan bangsa.

"Bukan di bidang politik, tetapi apa yang bisa dilakukan bangsa ini melalui pendekatan budaya, pendekatan seni. Sangat-sangat menarik," kenang SBY.
 

Kepergian Guruh Soekarnoputra dinilai SBY sebagai duka besar bagi Indonesia. Almarhum tidak hanya dikenang sebagai putra dari Presiden pertama RI Soekarno, tetapi juga sebagai sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk memberikan banyak kebaikan bagi Tanah Air. Kontribusi tersebut terpatri lewat mahakarya seni yang melintasi berbagai medium, mulai dari lagu, pagelaran akbar, hingga lukisan-lukisan bernilai tinggi.

Selain kiprah seninya, SBY juga menyoroti pengabdian almarhum sebagai wakil rakyat di parlemen. Selama menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada periode 1992–1997 dan 1999–2024, Guruh dikenal sebagai figur yang setia, tenang, serta sabar dalam menyerap dinamika aspirasi di tengah masyarakat.

"Sungguh peran yang tidak boleh kita lupakan. Hari ini, kita mesti mengucapkan selamat jalan kepada Mas Guruh. Dengan iringan doa, semoga Allah Swt menerimanya dan hidup tenang di sisi Allah Swt," ucap SBY mengakhiri.

Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra berpulang pada Sabtu pagi pukul 04.16 WIB di usianya yang ke-73 tahun di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953, almarhum merupakan putra bungsu pasangan Presiden pertama RI Soekarno dan Fatmawati, serta adik kandung Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri. Semasa hidupnya, ia sempat menikah dengan Guseynova Sabina Padmavati asal Uzbekistan pada periode 2002 hingga 2009.
 

Sejak usia anak-anak, Guruh telah ditempa sebagai seorang penari penjelajah seni yang kemudian mengasah bakatnya di ranah musik. Ia tercatat sebagai pendiri sejumlah kelompok kesenian ikonis seperti Gencar Semarak Perkasa (GSP) Production dan Swara Mahardhika, serta memprakarsai grup musik progresif Guruh Gipsy dan Gank Pegangsaan bersama Keenan Nasution, Abadi Soesman, serta Chrisye termasuk melahirkan karya abadi berjudul "Kala Sang Surya Tenggelam" yang dipopulerkan oleh mendiang Chrisye.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close