Banjir Bangkok Meluas, Warga Borong Kebutuhan Pangan di Toko-toko

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Sep 2026, 08:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Banjir Thailand Banjir Thailand (Antara)

Ntvnews.id, Bangkok - Banjir yang merendam sejumlah wilayah Bangkok, Thailand, membuat masyarakat mulai membeli kebutuhan pangan dalam jumlah besar di berbagai toko kelontong dan minimarket.

Dilansir dari AFP, Senin, 28 September 2026, sejumlah gerai dilaporkan mulai mengalami penurunan stok makanan siap santap serta kebutuhan sehari-hari karena warga melakukan pembelian untuk persediaan di rumah.

Berbagai produk seperti mi instan, makanan beku, dan roti mulai sulit ditemukan di rak-rak toko. Warga memilih menyimpan lebih banyak bahan makanan karena genangan air menyulitkan mobilitas dan dikhawatirkan menghambat distribusi barang menuju toko-toko di kawasan terdampak.

Kondisi tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah warga yang mendatangi toko untuk membeli kebutuhan pokok dalam jumlah lebih banyak dibandingkan biasanya. Di sejumlah lokasi, warga bahkan harus berjalan kaki atau melewati genangan untuk mencapai pasar dan minimarket karena kendaraan tidak dapat digunakan secara optimal.

Kekhawatiran mengenai ketersediaan pasokan juga terjadi pada sektor bahan bakar. Sejumlah pengendara memadati stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kawasan Bang Khen untuk mengisi bensin dan solar karena khawatir distribusi bahan bakar ikut terganggu akibat banjir.

Pemerintah Bangkok meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan karena khawatir terjadi kekurangan pangan. Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt mengatakan pemerintah terus memantau ketersediaan barang kebutuhan pokok di tengah banjir yang melanda sejumlah wilayah ibu kota.

"Masyarakat tidak perlu panik," kata Chadchart, melansir AFP.

Baca Juga: Wapres Gibran Temui Pengungsi Banjir Bandang di Solok

Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur Bangkok selama hampir 48 jam, mulai sore 24 September hingga pagi 26 September. Curah hujan yang tercatat selama periode tersebut mendekati 300 milimeter, sehingga merendam rumah, pertokoan, serta sejumlah ruas jalan.

Chadchart menyebut sedikitnya 13 ruas jalan utama terdampak banjir. Sebanyak sekitar 980 orang telah dievakuasi ke tempat penampungan sementara, sementara 36 warga yang sedang sakit dipindahkan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Situasi tersebut membuat sejumlah warga mulai memperhitungkan persediaan makanan untuk beberapa hari mendatang. Khem Amnueilaph, warga Suan Luang, mengaku masih mempunyai persediaan makanan untuk dua hingga tiga hari. Namun, ia khawatir akan kesulitan memperoleh makanan jika banjir tidak segera surut.

"Saya punya makanan dalam stok untuk dua sampai tiga hari, tetapi saya mungkin harus menerobos air banjir untuk mencari makanan nanti," kata Khem.

Di sisi lain, Menteri Perdagangan Thailand Suphajee Suthumpun menginstruksikan pejabat perdagangan untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dan tidak mengalami kelangkaan selama bencana banjir.

Petugas perdagangan di sejumlah provinsi juga diminta memantau ketersediaan bahan pangan dan memastikan distribusi tetap berjalan. Para pedagang diingatkan agar tidak mengambil keuntungan berlebihan dengan menaikkan harga secara tidak wajar di tengah kondisi banjir.

Masyarakat Thailand dapat melaporkan dugaan kenaikan harga yang tidak wajar, kelangkaan bahan pangan, maupun pedagang yang tidak mencantumkan harga kepada Departemen Perdagangan Dalam Negeri Thailand melalui nomor 1569 atau kantor perdagangan di wilayah masing-masing.

TERKINI

Rusia Luncurkan Ribuan Drone dan Rudal ke Ukraina dalam Sepekan

Luar Negeri Senin, 28 Sep 2026 | 08:40 WIB

Di PBB, Kamboja Desak Penyelesaian Sengketa Thailand

Luar Negeri Senin, 28 Sep 2026 | 08:10 WIB

Banjir Bangkok Meluas, Warga Borong Kebutuhan Pangan di Toko-toko

Luar Negeri Senin, 28 Sep 2026 | 08:00 WIB

Menlu Sugiono Desak Reformasi PBB di Tengah Dinamika Global

Luar Negeri Senin, 28 Sep 2026 | 07:45 WIB

China Kirim Dua Panda ke AS Usai Pertemuan Xi Jinping dan Trump

Luar Negeri Senin, 28 Sep 2026 | 07:35 WIB

14 Prajurit Tewas Saat Latihan, Menhan Kazakhstan Dipecat

Luar Negeri Senin, 28 Sep 2026 | 07:20 WIB

Putin Tegaskan Rusia Tak Mau Ada Konflik dengan Eropa

Luar Negeri Senin, 28 Sep 2026 | 07:15 WIB

Hamzah Batik di Yogyakarta Kebakaran Pagi Ini

Nasional Senin, 28 Sep 2026 | 07:09 WIB
Load More
x|close