DARI MEJA REDAKSI: Basarnas Ungkap Risiko Tinggi Evakuasi KM Virgo Transport 8

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Sep 2026, 11:23
thumbnail-author
Ramses Manurung
Penulis & Editor
Bagikan
Deputi Bidang Bina Tenaga dan Potensi Pencarian & Pertolongan Basarnas, Barokna Haulah dalam program DARI MEJA REDAKSI di Nusantara TV Deputi Bidang Bina Tenaga dan Potensi Pencarian & Pertolongan Basarnas, Barokna Haulah dalam program DARI MEJA REDAKSI di Nusantara TV

Ntvnews.id, Jakarta - Deputi Bidang Bina Tenaga dan Potensi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Barokna Haulah, mengungkapkan kompleksitas operasi SAR terhadap tragedi karamnya KM Virgo Transport 8.

Bangkai kapal yang berada di dasar Laut Jawa pada kedalaman sekitar 33 meter diketahui berada dalam posisi terbalik miring (capsized) namun belum stabil dan masih bisa bergeser.

Barokna menyampaikan bahwa kondisi kapal yang belum stabil tersebut menimbulkan risiko keselamatan bagi para penyelam, sehingga instruksi keselamatan (safety warning) terus diperketat di lapangan.

"Posisi kapal itu cap size namun tidak sempurna, jadi agak miring demikian di dasar dan itu belum stabil, masih bisa bergerak-gerak. Jadi kita selalu memberikan safety warning kepada teman-teman yang bekerja di bawah permukaan itu untuk berhati-hati mengambil akses di bawah kapal. Bahkan kami sampai sekarang belum memberikan clearance atau green light untuk langsung di bawah itu karena sewaktu-waktu masih ada pergerakan," kata Barokna Haulah saat hadir dalam program DARI MEJA REDAKSI di Nusantara TV, Senin (28/9). Program bertajuk "Tragedi KMP Virgo Transport 8 Berlalu, Pencarian Korban Tak Membeku" yang dipandu Host Chakry Miller juga menghadirkan Producer Eksekutif NTV, Syifa Hamdani.

Keterlibatan Unit Elite BSG dan Tantangan Alam

Dalam operasi berisiko tinggi ini, Basarnas menerjunkan unit elite Basarnas Special Group (BSG) dari markas pusat yang memiliki kualifikasi penanganan eskalasi tingkat tinggi sekaligus menjadi backbone tim Indonesia Search and Rescue (INASAR).

Baca juga: Pencarian KM Virgo Berlanjut, Basarnas-TNI AL Kerahkan 34 Penyelam di Hari ke-10

Selain pergerakan bangkai kapal, tim di lapangan juga menghadapi hambatan berupa arus deras yang sempat mencapai di atas 6 knot pada hari-hari awal pascakejadian, serta tingginya material debris dan partikel yang keluar dari kompartemen kapal sehingga mengganggu jarak pandang penyelam.

Untuk memetakan lokasi evakuasi, tim memanfaatkan data blueprint struktur kapal sebagai bagian dari risk analysis dan melakukan tindakan memecahkan kaca (breaking and breaching) guna menembus kompartemen secara bertahap.

Barokna juga menjelaskan bahwa sinyal awal marabahaya kapal ditangkap melalui pemancar Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB) yang diteruskan oleh satelit Kospas-Sarsat ke stasiun bumi Basarnas.

Ia menegaskan bahwa sesuai regulasi, operasi SAR dilaksanakan selama 7 hari dan dapat diperpanjang berdasarkan hasil evaluasi di lapangan. Namun, kunci utama keselamatan pelayaran berada pada langkah pencegahan sebelum bencana terjadi.

"Sebaik-baiknya tim rescue, kalau misalkan tidak secara holistik pendekatan untuk mencegah emergency itu, akan kesulitan kita," tutur Barokna Haulah.

x|close