Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Dirjenpas Ogah Mundur: Masih Sanggup!

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Sep 2026, 15:15
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Tangkapan layar - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi dalam rapat bersama Komisi XIII DPR di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (28/9/2026). Tangkapan layar - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi dalam rapat bersama Komisi XIII DPR di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (28/9/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Irjen (Purn) Mashudi, menolak mundur dari jabatannya buntut ditemukannya fasilitas mewah pada Lapas Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat. Mashudi menegaskan, dirinya masih sanggup menjalani tugas sebagai Dirjen.

"Ini terkait lagi juga dengan warga binaan. Kalau lapas, petugas-petugasnya dengan proses investigasi ini diberikan sanksi, bukan hanya penonaktifan, bahkan kalau terbukti secara nyata bahwa itu dilakukan oleh petugas, bukan hanya dinonaktifkan, Pak, tapi diberhentikan," ujar anggota Komisi XIII DPR, Yanuar Arif Wibowo saat rapat dengan Dirjenpas, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 28 September 2026.

"Kalau ada unsur pidananya di dalam proses dengan warga binaan ini, entah suap-menyuap, entah pemerasan, ini juga harus diproses. Ini Pak Dirjen masih sanggup enggak, Pak, ngurus ini nih, Pak?" imbuhnya.

"Masih," kata Mashudi kencang.

Dirjenpas Mashudi saat rapat dengan DPR RI.  <b>(YouTube TVR Parlemen)</b> Dirjenpas Mashudi saat rapat dengan DPR RI. (YouTube TVR Parlemen)

Baca Juga: Ferdy Sambo Ikut Diperiksa soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

"Kalau Bapak nggak sanggup, Bapak mundur juga. Semua ini di dalam pengawasan Pak Dirjen," kata Yanuar.

Menurut Yanuar, apabila Mashudi sudah tak sanggup menata dan merotasi para pegawai Ditjen Pemasyarakatan maka lebih baik dia berhenti saja. Ia mengingatkan Mashudi betapa pentingnya reward and punishment bagi petugas.

Karena, Yanuar mendapati Mashudi malah mempromosikan petugas yang bermasalah.

"Ini catatan saya berikutnya, Pak. Kasi Binadik, ada di sini enggak? Yosep. Kamu maju sini. Kenapa saya sampaikan reward and punishment ini penting di dalam rotasi dan mutasi petugas lapas. Pertama, Pak Wisnu terlalu lama di sana, tiga tahun di sana," jelas Yanuar.

"Yang kedua, temuan ini ada Kasi Binadik, Pak Yosep, yang tahun 2024 bertugas di Rutan Narkoba Salemba. Benar ya, Pak Yosep, ya? Sebagai Kepala Satuan Pengamanan Rutan, yang pada saat Anda dinas di sana, ada tujuh narapidana narkoba kabur. Benar?" imbuh Yanuar.

"Benar," kata Yosep.

Eks Kalapas Cibinong Akui Perintahkan Pemindahan Barang Mewah Usai Sidak Ombudsman <b>(Sosial media )</b> Eks Kalapas Cibinong Akui Perintahkan Pemindahan Barang Mewah Usai Sidak Ombudsman (Sosial media )

Baca Juga: Eks Kalapas Cibinong Akui Perintahkan Pemindahan Fasilitas Mewah Usai Disidak Ombudsman

"Coba bisa dibayangkan, Pak. 2024 Mas Yosep ini sebagai Kepala Pengamanan Rutan, tujuh narapidana kabur, 2024 bulan November. Sekarang promosi jabatan, jadi Kasi Binadik di Cibinong. Di mana tanggung jawab Pak Dirjen dalam memutasi, merotasi jabatan seperti ini, Pak?" jelas Yanuar.

Karenanya ia meminta kepada Mashudi untuk tidak main-main dalam melakukan rotasi. Ia mengatakan bahwa rotasi jabatan bukanlah ajang konsolidasi dan untuk saling menutupi kesalahan.

"Dan yang lebih mengerikan lagi kalau ini dijadikan sebuah instrumen untuk penyelewengan. Maka saya minta Pak Dirjen tadi, kalau masih sanggup, bereskan ini, Pak. Jangan like or dislike, apalagi kalau urusan setor-menyetor. Ini semua terbuka, Pak, bisa dilihat rekam jejaknya. Maka saya sampaikan, kalau Pak Dirjen enggak sanggup, lebih gentle mundur, Pak," tandas Yanuar.

x|close