Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah menjatuhkan sanksi tegas terhadap oknum pembimbing ibadah atau muthawif yang menyindir jamaah umrah lanjut usia (lansia) melalui media sosial. Petugas tersebut dipastikan masuk dalam daftar hitam atau blacklist.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan izin beraktivitas bagi muthawif yang terbukti melanggar etika pelayanan di Arab Saudi akan dihentikan.
"Saya sudah sampaikan supaya ada blacklist kepada yang bersangkutan apabila kemudian itu melanggar etika terkait dengan fungsi yang bersangkutan sebagai muthawif yang seharusnya membimbing jamaah haji," kata Dahnil di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 28 September 2026.
Menurut Dahnil, seorang muthawif harus memiliki kesabaran sekaligus menjalankan tugasnya memberikan bimbingan kepada jamaah. Kedua hal tersebut menjadi bagian dari standar integritas dalam memberikan pelayanan.
Baca Juga: Soal Muthawif Viral Ledek Jemaah Lansia, Wamenhaj Pertimbangkan Blacklist
Meski demikian, Kementerian Haji dan Umrah tetap akan melakukan klarifikasi atau tabayyun sebelum menetapkan sanksi administratif secara permanen terhadap pihak yang berada dalam ekosistem travel penyelenggara.
"Tetapi tentu ada tabayyun dulu, dipanggil kemudian diminta keterangan dan sebagainya, saya juga minta pihak kantor urusan haji kita di Saudi dan teman-teman dirjen pengendalian ibadah haji di dalam negeri," ujarnya.
Sebelumnya, media sosial diramaikan oleh video yang diunggah oknum muthawif bernama Herman Suryadi Ismail. Dalam video tersebut, ia melontarkan sindiran mengenai kondisi fisik jamaah umrah lansia serta menyinggung warga Komering, Sumatera Selatan.
Ia juga menyampaikan sindiran terkait jamaah yang dinilai baru menjalankan ibadah umrah ketika telah berusia lanjut dan mengalami kondisi kesehatan tertentu.
Baca Juga: Kemenhaj Bekukan 3 Travel Umrah, 3.000 PPIU Akan Diverifikasi Ulang
Persoalan tersebut kemudian semakin ramai setelah muthawif itu merespons kritik dari warganet dengan makian. Kondisi tersebut akhirnya mendapat perhatian dan respons tegas dari Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak.
(Sumber: Antara)
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak memberikan keterangan pada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 28 September 2026. (Antara)