Ntvnews.id, Pekanbaru - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia mengirimkan sampel darah dari bangkai yang diduga ikan paus ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta untuk memastikan jenis satwa tersebut.
Bangkai paus itu ditemukan terdampar di Perairan Sungai Bahale, Desa Bente, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.
Penata Kelautan dan Perikanan KKP, Sefriyanto Permana, mengatakan identifikasi jenis paus belum bisa dipastikan hanya melalui foto maupun pengamatan langsung di lokasi. Karena itu, pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.
"Kita belum bisa menyimpulkan dugaan paus jenis apa. Untuk memastikan jenisnya, kita sudah mengambil sampel darah untuk diperiksa BRIN di Jakarta. Mudah-mudahan satu bulan mendatang sudah diketahui hasilnya," kata Sefriyanto dalam keterangan diterima di Pekanbaru, Selasa, 29 September 2026.
Baca Juga: KKP Sebut Ikan Nila Jadi Komoditas Andalan Baru Ekspor Perikanan Indonesia
Ia menjelaskan proses identifikasi di lapangan menghadapi sejumlah kendala. Saat ditemukan, bangkai paus berada dalam posisi terbalik dan sudah mengalami pembusukan sehingga karakteristik tubuhnya sulit diamati secara menyeluruh.
Kondisi tersebut diperparah dengan terbatasnya peralatan yang tersedia di lokasi. Petugas belum dapat membalikkan tubuh bangkai untuk melihat bentuk fisiknya secara utuh, termasuk bagian kepala yang menjadi salah satu petunjuk dalam menentukan jenis paus.
"Kondisi tubuh yang sudah membengkak dan melunak akibat pembusukan juga menyulitkan pengamatan karakteristik fisik satwa tersebut," ujarnya.
Sefriyanto juga menyebut kejadian serupa pernah dilaporkan terjadi di Palembang, Sumatera Selatan. Namun, perbandingan antara kedua kejadian tersebut masih membutuhkan informasi yang lebih lengkap, mulai dari jenis paus, kondisi bangkai, lokasi ditemukan, hingga faktor yang menyebabkan satwa tersebut terdampar.
Baca Juga: BRIN Perkuat AI untuk Deteksi Dini Karhutla dan Titik Panas
Hasil pemeriksaan BRIN nantinya diharapkan dapat memastikan jenis paus yang ditemukan di Mandah. Selain itu, hasil identifikasi tersebut dapat menjadi bahan untuk menelusuri kondisi satwa sebelum akhirnya ditemukan terdampar.
(Sumber: Antara)
Kondisi bangkai diduga ikan paus sepanjang 8 meter dengan berat 4 ton di Perairan Sungai Bahale Kecamatan Mandah Inderagiri Hilir, Riau (Antara)