California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Sep 2026, 06:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi kalender. Ilustrasi kalender. (Pixabay)

Ntvnews.id, California - Gubernur California, Amerika Serikat (AS), Gavin Newsom menandatangani undang-undang yang menetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai hari libur resmi di negara bagian tersebut.

Dilansir dari FOX40, Rabu, 30 September 2026, melaporkan aturan tersebut diteken pada 10 September. Kebijakan itu memungkinkan pekerja Muslim menggunakan cuti berbayar untuk memperingati kedua hari raya tersebut.

"California merupakan rumah bagi salah satu komunitas Muslim terbesar dan paling dinamis di negara ini, dan tradisi mereka layak diakui dan dihormati," kata anggota Majelis Negara Bagian California, Matt Haney, dalam keterangan resmi.

"Mengakui hari raya Idul Fitri dan Idul Ada dalam hukum negara bagian merupakan langkah penting untuk memastikan setiap warga California bisa merayakan hari libur mereka bersama keluarga tanpa pengorbanan yang tidak perlu," lanjutnya.

Ketentuan mengenai pengakuan kedua hari raya umat Islam itu tercantum dalam undang-undang AB 2017. Aturan tersebut tidak hanya berlaku bagi pekerja, tetapi juga memberikan hak libur kepada pelajar untuk memperingati Idul Fitri dan Idul Adha.

"AB 2017 mencerminkan komitmen bersama Komisi terhadap California di mana lembaga-lembaga publik kita mengakui dan menghormati komunitas yang mereka layani," kata Ketua Komisi Jason Paguio.

Baca Juga: Pramono Punya Cita-cita Jakarta Masuk Kalender Maraton Dunia 2027

"Dengan mengakui secara resmi Idul Fitri dan Idul Adha, negara bagian kami menegaskan makna budaya dari perayaan-perayaan ini sekaligus memberikan sekolah dan tempat kerja umum alat-alat praktis untuk mendukung mereka yang merayakannya," lanjutnya.

Undang-undang tersebut dirancang Haney bersama Dewan Hubungan Amerika-Islam cabang California (CAIR-CA), Komisi California untuk Urusan Asia dan Kepulauan Pasifik Amerika, serta Dewan Dampak Muslim.

CAIR-CA menyambut positif pengesahan aturan tersebut. Organisasi itu menilai kebijakan baru ini "mengatasi tantangan lama bagi lebih dari satu juta penduduk Muslim di negara bagian yang sering kali terpaksa memilih antara menjalankan keyakinan mereka atau bersekolah dan bekerja."

"Selama ini, mahasiswa dan karyawan Muslim di California harus membuat pilihan sulit antara berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan yang penting bagi keyakinan mereka atau tertinggal dalam kewajiban akademis atau profesional mereka," kata CEO CAIR-CA Hussam Ayloush.

"AB 2017 menghilangkan hambatan struktural ini dan menyelaraskan kebijakan negara dengan nilai-nilai inklusi, kesetaraan, dan penghormatan terhadap keragaman budaya yang mendefinisikan negara bagian," lanjutnya.

TERKINI

Load More
x|close