Ntvnews.id, Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diam-diam melakukan kunjungan ke Uni Emirat Arab (UEA) dan bertemu dengan Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ).
Kantor berita resmi UEA, WAM, mengonfirmasi Netanyahu tiba di Abu Dhabi pada Minggu, 27 September 2026 dan menggelar pertemuan dengan MBZ.
Dilansir dari AFP, Rabu, 30 September 2026, dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas hubungan bilateral dan cara-cara memperkuat hubungan.
Kunjungan Netanyahu ke UEA berlangsung secara tertutup dan tidak diumumkan kepada publik. Lawatan tersebut pertama kali diberitakan oleh stasiun televisi Israel, Channel 12.
Pertemuan itu berlangsung setelah sejumlah laporan media menyebut MBZ sempat memperingatkan Netanyahu mengenai rencana serangan kelompok milisi Hamas Palestina beberapa hari sebelum operasi tersebut berlangsung.
Netanyahu disebut tidak menanggapi peringatan itu. Pasalnya, sejumlah pejabat keamanan Israel mengaku tidak mengetahui adanya peringatan tersebut. Netanyahu sendiri telah membantah pernah menerima peringatan dari MBZ.
Sementara itu, kantor Netanyahu juga memberikan keterangan mengenai kunjungan tersebut. Menurut kantor perdana menteri Israel, lawatan itu bertujuan "memperkuat hubungan antara kedua negara" di tengah "tantangan global".
Di sisi lain, seorang sumber Israel yang mengetahui agenda tersebut mengatakan kepada CNN bahwa pembicaraan antara Netanyahu dan MBZ lebih banyak membahas persoalan Iran.
Israel dan UEA diketahui menjalin hubungan diplomatik pada 2020 melalui Abraham Accords yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Benjamin Netanyahu, pemimpin Israel yang menjadi target surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC). (Antara)