Ntvnews.id, Istanbul - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan dilaporkan menggelar pertemuan yang diperluas dengan melibatkan pejabat dari 10 negara di Abu Dhabi.
Laporan Channel 14 Israel pada Selasa, 29 September 2026, menyebut pertemuan tersebut berlangsung dalam dua sesi. Pertemuan pertama hanya diikuti Netanyahu dan Sheikh Mohamed, sedangkan sesi berikutnya diperluas dengan menghadirkan perwakilan sejumlah negara.
Menurut stasiun penyiaran tersebut yang mengutip sumber dari UEA yang tidak disebutkan identitasnya, sesi kedua dihadiri perwakilan Amerika Serikat, Arab Saudi, Maroko, Mesir, Kuwait, Bahrain, Libya, dan Oman, selain Israel dan UEA.
Negara-negara yang disebut dalam laporan itu belum memberikan tanggapan terkait pertemuan tersebut.
Baca Juga: Netanyahu Diam-diam Bertemu MBZ di UEA, Apa yang Dibicarakan?
Sumber anonim yang dikutip Channel 14 menyebut pembahasan dalam pertemuan berfokus pada peningkatan kerja sama keamanan dan intelijen antara Israel dan UEA. Para peserta juga disebut membicarakan pembentukan kerangka pertahanan regional untuk menghadapi "ancaman bersama."
Selain itu, pembahasan dilaporkan mencakup sejumlah isu terkait Iran dan Houthi Yaman, dukungan intelijen serta keamanan untuk Arab Saudi, hingga kemungkinan pembentukan aliansi regional baru.
Channel 14 juga melaporkan adanya pembahasan mengenai kemungkinan pembangunan jalur transportasi minyak yang tidak melewati Selat Hormuz.
Sementara itu, kantor berita resmi UEA, WAM, melaporkan pada Senin, 28 September 2026, bahwa Sheikh Mohamed menerima kunjungan Netanyahu ke UEA sehari sebelumnya.
Baca Juga: PM Israel Netanyahu Diam-diam Kunjungi UEA, Ada Apa?
Menurut WAM, kedua pemimpin membahas hubungan bilateral serta berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk memperkuat dan mengembangkan hubungan kedua negara.
Kantor Netanyahu kemudian membenarkan bahwa Netanyahu bersama istrinya melakukan kunjungan ke UEA pada Minggu, 27 September 2026. Dalam kunjungan tersebut, pembicaraan disebut berfokus pada penguatan hubungan bilateral dan berbagai tantangan di kawasan.
Netanyahu dalam kunjungan tersebut didampingi Kepala Dewan Keamanan Nasional Shmuel Ben Ezra, Kepala Mossad Roman Gofman, Sekretaris Militer Guy Markizano, serta Penasihat Politik Ophir Falk.
(Sumber: Antara)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) ke-81 di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, pada 24 September 2026. (Antara)