Didatangi DPR, Klaster Mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong Langsung Dihancurkan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Sep 2026, 14:47
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Bangunan yang diduga menjadi klaster mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, rata dengan tanah setelah dibongkar, Rabu (30/9). Bangunan yang diduga menjadi klaster mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, rata dengan tanah setelah dibongkar, Rabu (30/9). (NTVNEWS)

Ntvnews.id, Jakarta - Bangunan yang diduga menjadi klaster mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, rata dengan tanah setelah dibongkar, Rabu (30/9).

Dipantau satu ekskavator langsung merobohkan bangunan setelah sejumlah fasilitas sofa, meja, televisi dikeluarkan dan dipindahkan ke truk sebagai barang bukti.

Setelah seluruh isi bangunan rumah dinas itu kosong, ekskavator langsung merobohkan bangunan satu per satu.

Pantauan Ntvnews.id di lokasi, material bangunan berupa puing-puing beton, rangka besi, atap baja ringan, hingga pagar berserakan di area tersebut.

Sebelum pembongkaran dilakukan, petugas memadamkan aliran listrik di sejumlah bangunan. Sejumlah truk juga disiagakan untuk mengangkut perabotan dari dalam ruangan.

Bangunan ini adalah tempat terlihatnya terpidana kasus korupsi Jimmy Masrin saat menutup pintu kamar. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by NTV News (@ntvnews.id)

DPR sambangi Lapas Cibinong <b>(RIZKY NTVNEWS)</b> DPR sambangi Lapas Cibinong (RIZKY NTVNEWS)

DPR Khawatir Ombudsman Kena Santet dan Teror Usai Sidak Lapas Cibinong

Eks Kalapas Cibinong Akui Perintahkan Pemindahan Barang Mewah Usai Sidak Ombudsman <b>(Sosial media )</b> Eks Kalapas Cibinong Akui Perintahkan Pemindahan Barang Mewah Usai Sidak Ombudsman (Sosial media )

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI khawatir komisioner Ombudsman RI kena santet dan teror usai sidak Lapas Cibinong. Ini disampaikan Komisi II DPR, saat menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Ombudsman RI.

Ombudsman diingatkan agar berhati-hati, terutama usai apa yang dikerjakan belakangan ini.

Itu dinyatakan oleh anggota Komisi II DPR Fraksi Demokrat, Zulkifli Anwar.

"Saya yang pertama mengucapkan apresiasi apa yang telah dilakukan Ombudsman beberapa hari yang lalu. Sebagai mitra, katakanlah sebagai senior, hanya satu saja pesan saya, jaga diri kalian masing-masing," ujar Zulkifli, Selasa, 29 September 2026.

Zulkifli mengatakan, bisa saja ada yang tidak terima dengan kerja Ombudsman RI belakangan ini. Karenanya ia mengingatkan agar Ombdusman.

"Jadi secara pribadi, tidak banyak lebar saya sampaikan, jaga diri kalian masing-masing. Jangan kalian kena santet," tuturnya.

Sementara, Anggota Komisi II lainnya, Fauzan Khalid juga mengingatkan kemungkinan teror yang didapatkan Ombudsman.

Bappisus: Kasus 'Kluster Mewah' Cibinong Jadi Momen Bebenah bagi Semua Lapas

Fasilitas mewah Lapas Cibinong <b>(RIZKY NTVNEWS)</b> Fasilitas mewah Lapas Cibinong (RIZKY NTVNEWS)

Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) resmi turun tangan mengusut tuntas temuan kluster mewah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor.

Kepala Bappisus, Aries Marsudiyanto, menegaskan bahwa pihaknya tidak segan-segan untuk membawa kasus ini hingga ke ranah pidana jika terbukti ada pelanggaran hukum.

Hal tersebut disampaikan Aries usai melakukan pertemuan di kantor Ombudsman RI, Jakarta, pada Selasa, 29 September 2026. Ia memastikan bahwa proses pengusutan akan berjalan transparan dan dilakukan oleh tim yang berpengalaman.

"Percayalah ya, kita sudah profesional, saya sudah profesional ya, sudah lama juga dulu di satuan untuk menanggapi, menyelidiki hal-hal seperti ini, ya. Secara teknis nggak terlalu susah, ya. Hanya kita mau melakukan dengan benar atau tidak. Nah, itu yang jadi masalah," tegas Aries.

Baca Juga: Beda Jawaban Ombudsman dan Kalapas Cibinong soal CCTV

Lebih lanjut, Aries menjelaskan bahwa penyelidikan intensif terkait skandal klaster mewah di Lapas Cibinong saat ini masih terus berjalan di bawah jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas). Para petugas di lapangan sedang menelusuri secara mendalam potensi adanya unsur pidana dalam temuan tersebut.

Terkait detail temuan di lapangan, Aries meminta publik untuk bersabar menunggu hasil resmi. Pihaknya sedang mendalami berbagai kemungkinan, termasuk praktik jual-beli fasilitas maupun penyelundupan barang terlarang.

"Mengenai teknis ya, bagaimana itu tentang hunian dan lain sebagainya, apakah ada transaksional di situ ya, adanya miras dan lain sebagainya, nanti akan diumumkan saja oleh pihak Kementerian Imipas ya," ujarnya.

Baca Juga: DPR Khawatir Ombudsman Kena Santet dan Teror Usai Sidak Lapas Cibinong

x|close