Profil Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, Eks Gubernur Akmil yang Dimarahi Menteri PU

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Okt 2026, 10:04
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Dirjen SDA KemenPU Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, Dirjen SDA KemenPU Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Mayjen TNI (Purn) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw merupakan purnawirawan TNI yang kini dipercaya menduduki posisi Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Arnold resmi menjabat sebagai Dirjen SDA setelah dilantik pada 1 Mei 2026. Sebelum masuk ke jajaran Kementerian PU, ia dikenal sebagai perwira tinggi TNI AD yang pernah menduduki sejumlah posisi strategis, termasuk Gubernur Akademi Militer (Akmil).

Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1991 tersebut juga memiliki latar belakang sebagai prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Kariernya di lingkungan TNI kemudian membawanya hingga mencapai pangkat mayor jenderal atau jenderal bintang dua.

Namanya kembali menjadi perhatian publik setelah Menteri PU Dody Hanggodo memberikan teguran secara terbuka kepada jajaran Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Teguran tersebut muncul ketika Dody melakukan inspeksi mendadak ke area persawahan di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kunjungan itu dilakukan untuk melihat langsung kondisi pasokan air yang dibutuhkan petani.

Dalam kunjungan tersebut, Dody menemukan kondisi lapangan yang berbeda dengan laporan yang sebelumnya diterimanya dari jajaran kementerian.

Laporan internal menyebut kondisi kekeringan di wilayah persawahan tersebut masih terkendali. Bahkan, terdapat klaim bahwa sekitar 73.000 hektare lahan pertanian telah diselamatkan dari ancaman gagal panen.

Namun, temuan saat berada langsung di lokasi menunjukkan persoalan pasokan air masih terjadi. Persawahan di Desa Karangharja disebut telah mengalami kekurangan pasokan air selama sekitar tujuh bulan.

Baca Juga: Demo Pelajar di Prancis Ricuh, 440 Orang Ditangkap dan 48 Polisi Terluka

Perbedaan antara laporan dan kondisi faktual di lapangan itu kemudian menjadi sorotan Dody. Ia lantas menghubungi jajaran Ditjen SDA melalui sambungan telepon untuk meminta penjelasan mengenai kondisi tersebut.

Dalam percakapan yang kemudian beredar luas di media sosial, Dody mempertanyakan kinerja tim yang berada di bawah Ditjen SDA.

"Bos di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran kering semua (sawahnya). Jadi ini tim Bapak tidak kerja."

"Anak buah loe kalau perlu diganti semua saja daripada tidur gitu. Ngapain kita bayar orang tidur? Saya ingatkan hati-hati swasembada pangan," kata Dody dalam video yang kemudian viral di media sosial.

Peristiwa tersebut membuat sosok Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw kembali menjadi perhatian. Posisi Arnold sebagai Dirjen SDA membuatnya berada di salah satu jabatan penting dalam pengelolaan sumber daya air nasional.

Sebagai pimpinan Ditjen SDA, bidang yang berada dalam lingkup tugasnya berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air, termasuk infrastruktur dan pelayanan yang mendukung kebutuhan air masyarakat serta sektor pertanian.

Sebelum dipercaya mengemban jabatan tersebut, Arnold memiliki perjalanan panjang di lingkungan militer. Pengalamannya sebagai perwira TNI AD dan mantan Gubernur Akmil menjadi bagian penting dari rekam perjalanan kariernya sebelum memasuki pemerintahan sipil.

Kini, setelah menjabat sebagai Dirjen SDA sejak Mei 2026, Arnold menghadapi sorotan terkait kinerja jajarannya dalam menangani persoalan pasokan air untuk pertanian.

Kasus di Kabupaten Bekasi tersebut sekaligus menempatkan perbedaan antara laporan administratif dan kondisi faktual di lapangan sebagai perhatian dalam pelaksanaan tugas Ditjen SDA, terutama dalam mendukung kebutuhan air untuk sektor pertanian dan agenda swasembada pangan.

x|close