Ntvnews.id, Jakarta - Komjen Pol. Suyudi Ario Seto memperkenalkan doktrin kepemimpinan "Polisi Bersama Masyarakat" sebagai arah transformasi institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) jika nantinya mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) untuk memimpin Korps Bhayangkara.
Pernyataan tersebut disampaikan Suyudi saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di hadapan Komisi III DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, pada hari Kamis (1/9). Menurutnya, doktrin tersebut menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi utama dalam setiap tugas kepolisian.
Ia menyatakan komitmennya untuk melanjutkan pembenahan di tubuh Polri dengan keberanian dalam mengevaluasi kekurangan institusi secara jernih, sekaligus menjaga serta memperluas berbagai capaian yang telah dibangun oleh para pendahulu.
Sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Suyudi turut memaparkan rancangan agenda 100 hari pertama kerja apabila resmi menjabat sebagai Kapolri.
Agenda tersebut dirancang dalam beberapa fase spesifik. Pada 30 hari pertama, ia berencana memeriksa kondisi institusi secara menyeluruh, menetapkan komando perubahan, serta membangun data dasar (baseline). Pada periode ini, pemeriksaan juga akan difokuskan pada mekanisme penerimaan laporan masyarakat, tunggakan dan perkembangan perkara, pengaduan, perlindungan terhadap kelompok rentan, tingkat kesiapan jajaran Polres dan Polsek, serta pemetaan kejahatan yang berdampak tinggi.
Memasuki fase berikutnya pada hari ke-31 hingga ke-60, Suyudi akan menguji berbagai perbaikan berdasarkan hasil temuan pemeriksaan pada tahap awal. Selanjutnya, pada hari ke-61 hingga ke-100, ia menargetkan untuk memperlihatkan hasil nyata dari pembenahan sekaligus melakukan koreksi terhadap aspek-aspek yang belum menunjukkan keberhasilan.
"100 hari pertama bukan panggung untuk mengumumkan sebanyak mungkin program, 100 hari pertama adalah fase membuktikan arah," ujar Suyudi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa proses transformasi di tubuh Polri mustahil terwujud apabila jajaran pimpinan hanya menuntut anak buahnya untuk berubah tanpa memberi teladan. Perubahan, kata dia, harus bermula dari pucuk pimpinan dan dibuktikan secara langsung lewat pelaksanaan tugas di lapangan.
"Saya akan turun ke lapangan bukan untuk cari panggung, tetapi untuk melihat masalah, mendengarkan anggota dan masyarakat, mengambil keputusan, serta memastikan keputusan dilaksanakan," imbuhnya.
Sebelumnya, Komisi III DPR RI menyelenggarakan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Suyudi yang hadir sebagai calon tunggal Kapolri untuk menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Langkah tersebut menindaklanjuti pimpinan DPR RI yang telah menerima surat dari Presiden Prabowo Subianto mengenai usulan pemberhentian dan pengangkatan Kapolri pada hari Rabu (30/9).
Presiden Prabowo Tunjuk Suyudi Jadi Kapolri
Calon tunggal Kapolri Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menjabat tangan Ketua Komisi III DPR RI usai uji kelayakan dan kepatutan di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (1/10/2026). ANTARA/Fath Putra (ANTARA)
Presiden Prabowo Subianto menunjuk Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai calon kepala Polri. Prabowo dikabarkan telah menyampaikan surat presiden (surpres) calon kapolri tersebut kepada DPR.
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman membenarkan adanya surpres calon kapolri tersebut. Dikatakan, sure tersebut disampaikan Prabowo kepada pada Kamis, 1 Oktober 2026 pagi. Dalam surat tersebut, Prabowo mengusulkan pemberhentian Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai kapolri.
"Pagi ini pimpinan DPR menerima surat dari Pres .tertanggal 30 September perihal usulan pemberhentian dari jabatan dan pengangkatan dalam jabatan kapolri," kata Habiburokhman di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
Baca Juga: Iran Serukan Warga AS untuk Protes Trump
Dalam surat tersebut, Habiburokhman mengungkapkan, Prabowo menunjuk Komjen Suyudi Ario Seto sebagai calon kapolri. Untuk itu, pimpinan DPR menugaskan Komisi III DPR melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap Komjen Suyudi.
"Menugaskam Komisi III melaksanakan uji kelayakan Komjen Pol Suyudi," katanya.
Calon Kapolri Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI, kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (Antara)