AS Rombak Sistem Pertahanan Lewat Pembentukan Komando Perang Otonom

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Okt 2026, 11:36
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengatakan pada Rabu (30/9) bahwa departemennya sedang membentuk Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengatakan pada Rabu (30/9) bahwa departemennya sedang membentuk (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Pemerintahan Amerika Serikat (AS) mengambil langkah besar dalam modernisasi militer. Menteri Perang AS, Pete Hegseth, mengumumkan pembentukan komando tempur baru bernama "Komando Perang Otonom" (Autonomous Warfare Command) pada Rabu (30/9).

Langkah tersebut diwujudkan melalui pendirian komando tempur bintang empat dengan otoritas yang setara dengan angkatan bersenjata. Kehadiran struktur baru ini dirancang khusus untuk mendongkrak skala kapabilitas otonom serta robotik di seluruh jajaran pasukan gabungan.

Hegseth menyampaikan pengumuman penting itu di hadapan publik lewat sebuah pidato yang dilangsungkan di Pangkalan Korps Marinir AS di Quantico, Virginia.

Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, kehadiran komando baru ini diproyeksikan bakal merombak total cara Pentagon dalam membeli, menguji, hingga mengerahkan berbagai jenis drone serta teknologi canggih lainnya. Tidak tanggung-tanggung, Pentagon juga berencana melipatgandakan anggaran untuk sektor perang otonom hingga tiga kali lipat. Dalam proposal terbarunya, mereka mengajukan dana sebesar 74 miliar dolar AS (dengan asumsi 1 dolar AS setara Rp17.998) yang dikhususkan bagi pengembangan teknologi drone serta perangkat penangkalnya (counter-drone).

Dalam kesempatan yang sama, Hegseth turut membeberkan jajaran tokoh penting yang akan memimpin "Project Meridian" sebuah inisiatif bentukan Pentagon guna mengkaji masa depan peperangan. Proyek tersebut akan dikomandoi secara bersama-sama oleh miliarder teknologi Elon Musk, pengusaha teknologi Palmer Luckey, serta politisi Partai Republik sekaligus mantan Ketua DPR AS era 1990-an, Newt Gingrich.

Selain fokus pada teknologi peperangan masa depan, sang menteri perang juga mengungkap rencana perombakan internal, termasuk pemangkasan jumlah jenderal dan laksamana AS hingga 20 persen. Di sisi lain, Pentagon berencana membangun pangkalan militer baru yang diproyeksikan mampu menampung 15.000 sampai 20.000 personel tentara AS. Terkait rencana tersebut, Hegseth mendorong para gubernur di berbagai wilayah untuk berpartisipasi dengan mengajukan proposal terbaik dari daerah masing-masing.

(Sumber: Antara)
 
x|close