Menbud: Museum Kesaktian Pancasila Abadikan Bukti Perjuangan Pahlawan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Okt 2026, 13:41
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Menteri Kebudayaan Fadli Zon. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Kebudayaan resmi memperkenalkan wajah baru Museum Kesaktian Pancasila di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis. Langkah revitalisasi yang telah bergulir sejak tahun lalu ini dilakukan guna mengabadikan bukti sejarah sekaligus memperkokoh memori kolektif bangsa atas perjuangan para Pahlawan Revolusi.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa pembaharuan museum tidak hanya berfokus pada pemeliharaan fisik semata, melainkan juga transformasi penyampaian sejarah agar lebih relevan dengan perkembangan zaman.

“Kita harus menjaganya, kita melindunginya, kita merevitalisasinya, dan ini sedang berlangsung dan juga terus berlanjut, termasuk di daerah-daerah, sehingga museum-museum tersebut juga dapat menjadi pusat pendidikan, dan juga tempat bagi memori kolektif nasional,” ujar Fadli Zon, 1 Oktober 2026.

Baca Juga: Fadli Zon Siapkan Museum Musik Indonesia di Bandung

Revitalisasi yang dimulai sejak peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun lalu tersebut membawa perubahan signifikan pada tata pamer dan penyajian informasi. Museum kini dilengkapi dengan sentuhan teknologi digital yang membuat pengalaman berkunjung menjadi lebih interaktif.

Selain pemanfaatan teknologi, narasi sejarah yang disajikan kini tampil lebih komprehensif dan kronologis. Penataan urutan peristiwa yang lebih runtut ini tidak lepas dari dukungan dan keterlibatan langsung para sejarawan dalam menyusun rekam jejak peristiwa secara akurat.

Untuk melengkapi narasi sejarah, museum yang terbuka untuk masyarakat umum ini tetap mempertahankan ruang relik. Di area tersebut, pengunjung dapat melihat langsung berbagai benda peninggalan dan bukti sejarah yang menjadi saksi bisu peristiwa kekejaman Gerakan 30 September/PKI.

Memasuki area dalam museum, pengunjung akan disambut oleh patung lambang negara Pancasila yang terpasang megah pada dinding ruang utama. Melangkah ke area berikutnya, pengunjung disajikan deretan diorama peristiwa lengkap dengan keterangan naratif yang ringkas dan mudah dipahami, tercantum pula tanggal serta lokasi pasti terjadinya peristiwa.

Suasana di dalam museum sengaja dirancang dengan nuansa pencahayaan yang temaram (dark ambiance). Penataan lampu sorot yang terfokus pada setiap diorama berhasil menciptakan atmosfer dramatis sekaligus mengarahkan perhatian utama pengunjung pada alur cerita sejarah yang dipamerkan.

Melalui penataan baru ini, Fadli berharap Museum Kesaktian Pancasila dapat menjadi sarana edukasi sejarah yang efektif bagi generasi muda.

“Kami berharap masyarakat, khususnya para pelajar, mahasiswa, atau masyarakat umum, dapat mengunjungi tempat ini sebagai bagian penting dari sejarah panjang kita, dan terutama untuk mengingatkan bahwa kita telah sepakat dengan Pancasila sebagai kekuatan pengikat kita, sebagai fondasi negara dan filosofi bangsa kita,” tutur Fadli.

Baca Juga: Menbud Fadli Zon Sebut Proposal Dana Indonesiaraya Sentuh Angka 15 Ribu

Prabowo Tinjau Museum Kesaktian Pancasila usai Direvitalisasi

Prabowo Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya  <b>(Istimewa)</b> Prabowo Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya (Istimewa)

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meninjau Museum Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta, Kamis usai melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Dalam pantauan daring, Presiden bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para pimpinan MPR/DPR/DPD serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih meninjau ke dalam museum untuk melihat foto dan diorama yang menggambarkan Peristiwa Gerakan 30 September 1965.

Selain menyempatkan diri untuk melihat foto-foto kejadian, Presiden juga melihat peta yang menggambarkan operasi TNI untuk merebut kembali Madiun dari pasukan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 1948.

Tampak Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan penjelasan kepada Presiden saat mengelilingi museum yang telah direvitalisasi oleh Kementerian Kebudayaan itu.

Setelah mengelilingi museum, Presiden kemudian meresmikan Museum Kesaktian Pancasila, yang sebelumnya memiliki nama Museum Pengkhianatan PKI.

"Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan renovasi Museum Kesaktian Pancasila," katanya.

Sebelumnya, Presiden juga mengunjungi sumur Lubang Buaya yang menjadi lokasi ditemukannya jenazah tujuh Pahlawan Revolusi.

x|close