Profil Irwan Meilano: Wakil Rektor ITB yang Jadi Wamen Kelautan dan Perikanan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Okt 2026, 17:26
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Dr Irwan Meilano yang ditunjuk sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan di Istana Negara, Jakarta, Kamis Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Dr Irwan Meilano yang ditunjuk sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi melantik Irwan Meilano sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan dalam sebuah upacara yang dilangsungkan di Istana Negara, Jakarta, pada hari Kamis (1/10).

Sebelum mengemban amanah di jajaran pemerintahan eksekutif, Irwan dikenal luas sebagai Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) Institut Teknologi Bandung (ITB). Penunjukannya ke panggung politik praktis menyusul rekam jejak akademisnya yang mentereng, termasuk saat menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB untuk periode 2025–2030, serta posisinya terdahulu sebagai Dekan FITB ITB.

Di lingkungan kampus, ia tergabung dalam Kelompok Keahlian Sistem Spasial dan Kadaster ITB. Kepakarannya berfokus pada bidang sistem geospasial, pemetaan, penginderaan jauh, mitigasi kebencanaan, hingga dinamika perubahan lingkungan.

Secara akademis, Irwan menuntaskan pendidikan sarjana teknik di ITB pada 1997. Ia kemudian merantau ke Jepang untuk melanjutkan studi pascasarjana di Nagoya University, di mana ia sukses menggenggam gelar master pada 2003 dan menyabet gelar doktor di universitas yang sama pada 2006.

Rekam jejak penelitiannya tidak hanya berkutat pada ilmu kebumian murni, melainkan juga merambah ke sektor kelautan dan perikanan. Sepanjang tahun 2025 hingga 2026, namanya tercatat dalam berbagai publikasi ilmiah strategis.

Pada 2026, ia terlibat dalam publikasi bertajuk Extended empirical orthogonal function analysis of spatiotemporal chlorophyll-a variability in Indonesian waters using remote sensing data, yang meneliti variabilitas klorofil-a di perairan Nusantara lewat pemanfaatan data penginderaan jauh. Pada tahun yang sama, ia turut menyusun riset Balancing ecological stability and economic growth under oceanographic variability and coastal interventions in fisheries systems yang mengkaji titik keseimbangan antara stabilitas ekologi dan pertumbuhan ekonomi perikanan.

Kontribusinya berlanjut pada 2025 lewat publikasi Economic prosperity and ecological sustainability strategy for fishing violations hotspots yang merumuskan strategi kesejahteraan serta keberlanjutan ekologi di kawasan rawan pelanggaran perikanan. Pada tahun yang sama, ia juga terlibat dalam pengembangan Developing a marine and fisheries blue economy index for Indonesia: A comprehensive assessment framework guna membangun kerangka penilaian ekonomi biru di sektor kelautan nasional.

Di luar isu maritim, kepakaran Irwan juga diandalkan dalam beragam riset pemodelan spasial, analisis risiko gempa, pemantauan deformasi kerak bumi, pemetaan wilayah bencana, pengembangan kadaster tiga dimensi, serta pemanfaatan teknologi penginderaan jauh.

Atas dedikasi dan konsistensinya di dunia akademik, ia telah mengoleksi berbagai penghargaan bergengsi. Irwan pernah dianugerahi penghargaan Young Inspirational Geospatial dalam ajang HxGN LIVE Indonesia pada 2023, serta piagam Pengabdian 25 Tahun dari ITB di tahun yang sama. Jauh sebelumnya, ia juga menerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya 20 Tahun dari Presiden RI pada 2020 serta penghargaan Indroyono Susilo Award dalam The Fifth International Conference of Indonesia Society for Remote Sensing (ICOIRS) pada 2019.

(Sumber: Antara)
 
x|close