Jelang 1 Abad Sumpah Pemuda: PEMIRA Konsolidasi Besar Menuju Indonesia Emas 2045

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Okt 2026, 05:55
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Konferensi pers Pemuda Indonesia Raya (PEMIRA). Konferensi pers Pemuda Indonesia Raya (PEMIRA).

Ntvnews.id, Jakarta - Menjelang satu abad momentum bersejarah Sumpah Pemuda, berbagai elemen strategis yang tergabung dalam PEMIRA (Pemuda Mahasiswa Indonesia Raya) menggelar konferensi pers di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026 malam. Pertemuan ini merupakan langkah awal menuju agenda puncak "Konsolidasi Kekuatan Aktivis, Pemuda, Mahasiswa, Lintas Profesi, Agama, dan Golongan Menuju Indonesia Emas 2045" yang akan dilaksanakan secara masif pada 8 Oktober 2026 di Gedung Sumpah Pemuda, Jakarta.

Pertemuan inklusif ini memproyeksikan perjumpaan akbar lintas elemen, mulai dari Pemuda, Mahasiswa, BEM, santri, pegiat lingkungan, atlet, gamers, pekerja kreatif, seniman, hingga perwakilan organisasi daerah dari seluruh penjuru tanah air.

Melalui gerakan ini, pemuda menegaskan kesiapannya mengambil alih estafet kepemimpinan nasional.

Secara filosofis dan historis, PEMIRA memaknai Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 sebagai lompatan kesadaran radikal di mana generasi terdahulu berani melampaui sekat identitas demi melahirkan identitas tunggal kebangsaan. Menjelang usia 100 tahun momentum tersebut, PEMIRA menegaskan bahwa tantangan zaman telah berubah; dari yang mulanya merebut kemerdekaan menjadi perjuangan mengisi kemerdekaan, menegakkan kedaulatan multidimensi (pangan, energi, teknologi, industri, dan data), serta membangun keadilan sosial.

Konsolidasi ini tidak bertujuan untuk menyeragamkan organisasi atau pandangan, melainkan untuk melahirkan titik temu perjuangan (common ground) demi agenda bangsa yang lebih besar di atas kepentingan sektoral Sesuai dengan kalimat kunci forum: “Jika Sumpah Pemuda 1928 menyatukan kesadaran kita sebagai satu bangsa, maka konsolidasi menuju satu abad Sumpah Pemuda harus menyatukan cita-cita kita tentang Indonesia yang hendak dibangun.”

PEMIRA juga menyoroti berbagai tantangan kebangsaan kontemporer yang mendesak untuk segera disikapi oleh generasi muda demi menjaga keutuhan dan kemajuan bangsa. Polarisasi sosial akibat maraknya politik identitas, kesenjangan ekonomi yang melebar, serta masifnya disinformasi di era digital menjadi ancaman nyata bagi persatuan nasional. Selain itu, ketergantungan pada penguasaan teknologi asing dan isu krisis lingkungan menuntut pemuda tidak lagi menjadi penonton pasif. Pemuda harus segera bergerak mengambil peran strategis sebagai pemecah masalah, memperkuat literasi, serta membangun kolaborasi nyata untuk memastikan fondasi kebangsaan tetap kokoh di tengah dinamika global yang kompetitif.

Adapun dalam konferensi pers, dihadiri langsung oleh sederet tokoh perwakilan pemuda nasional, antara lain: Bintang Wahyu Saputra (Ketum PB Serikat Mahasiswa Muslimin Periode 2018-2026), I Wayan Darmawan (Ketum Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Periode 2023-2025), Muhammad Natsir Sahib (Ketum DPP Forum Komunikasi Santri), Muzammil Ikhsan (Korpus BEM Seluruh Indonesia periode 2025/2026), Muh Ageng Dendy (Sekjen Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia 2019-2025), Ravindra (Sekjen Himpunan Mahasiswa Budhis Indonesia Periode 2021-2024), Zaki Nugraha (Sekjen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Periode 2021-2023), Arven Marta (Ketua PB HMI Periode 2022-2024), Rizky (Pemuda Muslimin Indonesia), serta Yaumal Akbar (Alumni Pelajar Islam Periode 2021-2023), Ignatius Arie Titahelu (Pemuda Katolik).

Kehadiran para tokoh lintas elemen ini mempertegas soliditas barisan pemuda yang siap mengawal arah masa depan bangsa.

x|close