Pakistan Kembali Serang Afghanistan, 10 Warga Sipil Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Okt 2026, 11:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Arsip foto - Kehancuran setelah serangan udara Pakistan yang dilaporkan terjadi di Kabul, Afghanistan, pada 17 Maret 2026. Arsip foto - Kehancuran setelah serangan udara Pakistan yang dilaporkan terjadi di Kabul, Afghanistan, pada 17 Maret 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Kabul - Pakistan kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Afghanistan. Serangan tersebut menyasar sejumlah lokasi yang disebut menjadi tempat persembunyian militan Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP).

Dilansir dari AFP, Jumat, 2 Oktober 2026, Kementerian Informasi Pakistan menyatakan serangan dilakukan di dua lokasi dan mengeklaim 22 militan TTP tewas dalam operasi tersebut.

Sementara itu, pemerintah Afghanistan menyebut serangan Pakistan menewaskan 10 warga sipil, yang sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak. Sebanyak 10 warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Klaim mengenai jumlah korban dari kedua pihak belum dapat diverifikasi secara independen.

Perselisihan antara Pakistan dan Afghanistan terkait aktivitas kelompok militan di sepanjang wilayah perbatasan telah berlangsung lama. Pakistan juga beberapa kali melakukan serangan udara ke wilayah Afghanistan sejak ketegangan kedua negara meningkat tajam pada awal 2026.

Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Afghanistan menyatakan telah mencatat lebih dari 1.100 korban sipil, baik meninggal maupun terluka, akibat kekerasan lintas perbatasan sepanjang 2026.

Kronologi Serangan

Juru bicara pemerintah Taliban Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengatakan serangan udara Pakistan menghantam rumah warga sipil di Provinsi Helmand bagian selatan dan Provinsi Kunar di wilayah timur. Serangan tersebut disebut menghancurkan tiga rumah.

Mujahid sebelumnya menyebut sembilan perempuan dan anak-anak tewas, sementara 11 orang lainnya mengalami luka. "Kami mengutuk tindakan ini, dan menganggapnya sebagai tindakan agresi serta kejahatan yang melanggar prinsip universal," tegas jubir Taliban tersebut.

Baca Juga: IRT Terlindas Truk di Serang

Mohammad Hashim, warga berusia 30 tahun dari sebuah desa di Provinsi Kunar, mengatakan serangan berlangsung sekitar pukul 03.00 waktu setempat.

"Saya mendengar seorang perempuan berteriak, meminta agar batu-batu yang menimpanya disingkirkan. Ia terjebak di bawahnya," jelas Hashim. "Kami menariknya keluar, dia terluka."

Hashim mengatakan dirinya menemukan jenazah dua pria dan empat anak ketika membantu menggali reruntuhan bangunan akibat serangan.

Warga lainnya, Mohammad Habib (32), menyebut salah satu korban tewas merupakan seorang kepala keluarga yang bekerja sebagai penggembala. Menurutnya, pria tersebut tidak memiliki hubungan dengan kelompok militan maupun pemerintahan mana pun.

"Dia adalah pria yang tidak mampu dan begitu rendah hati. Setiap pagi dia melepaskan kambing-kambingnya tanpa ada yang menggembalakannya, dan kambing-kambing itu pergi di pagi hari lalu pulang ke rumah pada malam hari, dan (Pakistan) telah membuatnya mati syahid," kata Habib.

Pakistan membantah menargetkan warga sipil dalam serangan tersebut. Kementerian Informasi Pakistan menyatakan operasi udara telah direncanakan dan dilakukan secara terukur dengan sasaran tempat persembunyian serta kamp militan TTP.

Kementerian tersebut mengklaim serangan dilakukan secara presisi dan akurat. Sejumlah besar senjata serta amunisi disebut ditemukan di lokasi yang menjadi sasaran dan kemudian dihancurkan.

Di sisi lain, Afghanistan membantah memberikan perlindungan kepada kelompok militan TTP.

Pangkal Konflik Pakistan-Afghanistan

Pemandangan kehancuran setelah jet-jet Pakistan melakukan serangan udara di Afghanistan timur dan tenggara, Nangarhar pada 22 Februari 2026, yang menargetkan tempat yang digambarkan Islamabad sebagai tempat persembunyian militan, sementara pejabat Af <b>(Antara)</b> Pemandangan kehancuran setelah jet-jet Pakistan melakukan serangan udara di Afghanistan timur dan tenggara, Nangarhar pada 22 Februari 2026, yang menargetkan tempat yang digambarkan Islamabad sebagai tempat persembunyian militan, sementara pejabat Af (Antara)

Pakistan menuduh pemerintahan Taliban Afghanistan membiarkan kelompok militan, khususnya TTP, beroperasi dari wilayah Afghanistan dan melancarkan serangan ke wilayah Pakistan.

TTP merupakan kelompok yang berbeda dengan Taliban Afghanistan. Namun, keduanya diketahui memiliki hubungan dan TTP bersekutu dengan Taliban Afghanistan yang kembali berkuasa setelah mengambil alih pemerintahan Afghanistan pada 2021.

Taliban Afghanistan menolak tuduhan tersebut dan membantah memberikan tempat perlindungan kepada TTP. Mereka menyebut persoalan tersebut sebagai masalah internal Pakistan.

Serangan pada Rabu, 30 September 2026 malam menjadi serangan udara ketiga yang dilakukan Pakistan dalam kurun waktu dua pekan terakhir.

Jumlah korban akibat aksi teror di Pakistan meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, terutama di sejumlah provinsi yang berbatasan langsung dengan Afghanistan. Kelompok-kelompok Islamis dilaporkan memperoleh persenjataan modern setelah penarikan pasukan Amerika Serikat dari Afghanistan. Senjata tersebut kemudian digunakan dalam konflik melawan Pakistan.

Pakistan merespons situasi tersebut melalui operasi militer di dalam negeri, termasuk serangkaian operasi besar yang dimulai pada Oktober 2025, serta serangan udara berulang ke wilayah Afghanistan.

Sejak Februari 2026, Islamabad menyatakan berada dalam "perang terbuka" dengan Kabul setelah serangan kelompok militan terhadap warga sipil dan aparat keamanan di Pakistan meningkat.

Kedua negara sebelumnya telah berusaha menggelar perundingan damai pada April untuk memperkuat kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pada Maret. Namun, berbagai upaya diplomatik untuk meredakan konflik antara Pakistan dan Afghanistan semakin dinilai mengalami kebuntuan.

TERKINI

Load More
x|close