Media Asing Soroti Reshuffle Kabinet Prabowo

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Okt 2026, 11:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto dalam pelantikan menteri, wakil menteri dan kepala badan di Istana Negara, Jakarta Presiden Prabowo Subianto dalam pelantikan menteri, wakil menteri dan kepala badan di Istana Negara, Jakarta (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sejumlah media asing menyoroti keputusan Presiden RI Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Media Malaysia, The Star, menyoroti pergantian posisi Menteri Luar Negeri RI dari Sugiono kepada Arrmanatha Christiawan Nasir. Arrmanatha atau yang akrab disapa Tata sebelumnya menjabat sebagai wakil menteri luar negeri mendampingi Sugiono.

"Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengganti Menteri Luar Negeri Sugiono dengan seorang diplomat karier," tulis The Star.

"Arrmanatha Christiawan Nasir, seorang diplomat veteran dan wakil menteri luar negeri sebelum reshuffle, akan menggantikan Sugiono, seorang ajudan politik yang dekat dengan Prabowo ... Sementara itu, Sugiono akan ditugaskan menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK)," lanjut The Star.

The Star menilai pergantian susunan kabinet tersebut berlangsung setelah muncul protes dari masyarakat Indonesia terhadap kebijakan luar negeri pemerintah Prabowo.

Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah keputusan Prabowo bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP), terutama setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.

BoP merupakan badan internasional yang dibentuk Presiden AS Donald Trump untuk mengawal proses stabilisasi di Jalur Gaza setelah perang.

Baca Juga: 8 Menko Prabowo

Media Singapura, Channel News Asia (CNA), turut memberitakan perombakan kabinet yang mencakup sejumlah posisi menteri dan pejabat penting di Indonesia.

"Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada Kamis menunjuk menteri luar negeri dan industri baru, serta menteri koordinator di beberapa bidang, dalam reshuffle kabinet terbesarnya," tulis CNA.

Sejalan dengan The Star, CNA juga menyoroti penunjukan diplomat karier sebagai Menteri Luar Negeri RI. Selain itu, media tersebut menyoroti pergantian posisi Kapolri yang sebelumnya dijabat Listyo Sigit Prabowo sejak masa pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

"Prabowo juga mengganti Kapolri, jabatan yang diampu Listyo Sigit Prabowo, dengan kepala Badan Narkotika Nasional Suyudi Ario Seto. Listyo kemudian ditunjuk sebagai kepala kantor staf kepresidenan," demikian laporan CNA.

Sementara itu, media China South China Morning Post (SCMP) juga memberitakan reshuffle kabinet yang dilakukan Prabowo. Pergantian Menteri Luar Negeri serta sejumlah posisi strategis lainnya kembali menjadi perhatian media tersebut.

Presiden Prabowo Subianto dalam pelantikan menteri, wakil menteri dan kepala badan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026) Presiden Prabowo Subianto dalam pelantikan menteri, wakil menteri dan kepala badan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026)

SCMP turut menyoroti bahwa perombakan kabinet dilakukan tidak lama setelah Prabowo mencopot Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada 14 September 2026.

Media tersebut juga memberitakan penilaian analis mengenai posisi Sugiono selama menjabat sebagai Menlu. Menurut analis yang dikutip SCMP, peran Menteri Luar Negeri sebelumnya dinilai banyak didominasi oleh Prabowo.

"Dewi Fortuna Anwar, analis kebijakan luar negeri di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengatakan bahwa (Arrmanatha) Nasir yang telah lama menjadi diplomat, diharapkan memainkan peran yang lebih tegas," tulis SCMP.

Prabowo pada Kamis, 1 Oktober 2026, merombak sejumlah posisi menteri dan pejabat di Kabinet Merah Putih.

Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104/P/2026 mengenai pemberhentian dan pengangkatan menteri serta wakil menteri negara. Selain itu, terdapat Keputusan Presiden Nomor 105/P/2026 mengenai pemberhentian dan pengangkatan Kepala Staf Kepresidenan serta Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.

Secara keseluruhan, terdapat 17 menteri dan pejabat yang mengalami pergantian dalam reshuffle tersebut. Beberapa posisi yang berubah mencakup Menteri Luar Negeri, Menteri ESDM, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Ketua Ombudsman RI, Kapolri, hingga Wakapolri.

x|close