Iran Bantah Delegasinya Diusir AS dari New York

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Okt 2026, 09:41
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera Iran dan Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu/py.) Ilustrasi - Bendera Iran dan Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Delegasi Iran membantah kabar yang menyebut mereka diusir dari New York, Amerika Serikat. Mereka menegaskan kepulangan dari AS pada Senin, 28 September 2026, dilakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Dilansir dari AFP, Jumat, 2 Oktober 2026, pernyataan tersebut disampaikan setelah muncul laporan bahwa Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio meminta delegasi Iran segera meninggalkan AS menyusul kegagalan negosiasi. Informasi itu mengacu pada keterangan seorang pejabat AS serta sumber lain yang mengetahui persoalan tersebut.

Melalui unggahan di akun X Misi Iran untuk PBB di New York, delegasi Iran menepis pemberitaan mengenai pengusiran tersebut.

"Setelah tidak mencapai apa pun, Departemen Luar Negeri (AS) telah menggunakan cara menyebarkan berita yang tidak berdasar dan tak penting," dikutip dari Al Jazeera.

Sebelumnya, pemberitaan mengenai pengusiran delegasi Iran mencuat setelah perundingan terkait Selat Hormuz kembali menemui jalan buntu. Rubio disebut memerintahkan delegasi Iran yang menghadiri Sidang Umum PBB, termasuk Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, untuk segera meninggalkan AS.

Seorang pejabat AS juga membenarkan adanya perintah tersebut.

Baca Juga: 8 Marinir AS Terluka akibat Rudal Iran Hantam Kapal di Selat Hormuz

Axios melaporkan Rubio pada Senin, 28 September 2026 malam meminta Misi AS untuk PBB menyampaikan kepada Misi Iran bahwa delegasi yang dipimpin Araghchi harus segera meninggalkan New York.

Pejabat AS tersebut menyebut delegasi Iran telah berada di AS terlalu lama. Selain itu, Sidang Umum PBB dinyatakan telah berakhir sehingga delegasi Iran diminta meninggalkan New York.

Menurut pejabat tersebut, rombongan Araghchi kemudian bertolak dari New York menuju Doha pada Selasa, 29 September 2026 pukul 01.20 waktu setempat atau sekitar pukul 05.20 GMT.

Namun, sumber lainnya menyatakan bahwa Araghchi memang telah memiliki jadwal untuk meninggalkan New York pada Senin malam. Sebelumnya, Araghchi juga menyampaikan bahwa dirinya akan segera kembali ke Teheran.

Perintah yang disebut dikeluarkan Rubio muncul setelah upaya diplomasi antara AS dan Iran kembali mengalami kebuntuan.

Gedung Putih sebelumnya berharap pertemuan pada Senin dapat menghasilkan perkembangan positif dalam pembicaraan. Namun, Washington pada sore harinya menilai proses negosiasi tersebut telah menemui jalan buntu.

Pembicaraan AS dan Iran itu merupakan bagian dari upaya mediasi untuk mengakhiri perang antara AS-Israel dan Iran sekaligus mencari kesepakatan mengenai persoalan Selat Hormuz.

x|close