Mendikdasmen Dalami Dugaan Perundungan Siswa SD di Pemalang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Okt 2026, 15:08
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti respons soal dugaan perundungan terhadap siswa SD Pemalang, Denpasar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti respons soal dugaan perundungan terhadap siswa SD Pemalang, Denpasar (Antara)

Ntvnews.id, Denpasar - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan pihaknya sedang menelusuri kasus meninggalnya siswa kelas 2 SD Negeri 01 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, yang diduga mengalami perundungan oleh kakak kelas.

"Kami akan tindaklanjuti, kami minta laporan dari BPMP (Balai Penjaminan Mutu Pendidikan) Jawa Tengah dan juga dari Dinas Pendidikan setempat untuk bisa memberikan laporan yang lengkap ya," kata dia di sela kunjungan di SDN 15 Dangin Puri Denpasar, Jumat, 2 Oktober 2026.

Abdul Mu’ti mengatakan laporan lengkap diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui kondisi sebenarnya secara objektif. Menurut dia, informasi awal yang beredar di lapangan belum tentu menggambarkan seluruh fakta yang terjadi.

Untuk itu, Kemendikdasmen akan memantau perkembangan kasus tersebut secara saksama dan tidak terburu-buru dalam mengambil kesimpulan.

Siswa berinisial MHA, yang berusia tujuh tahun, sebelumnya sempat mengeluhkan sakit pada bagian perut dan mengalami kesulitan berjalan sebelum akhirnya meninggal dunia.

Baca Juga: Murid Kelas 2 SD di Pemalang Tewas Usai Jadi Korban Perundungan

Kasus kekerasan di lingkungan sekolah tersebut kini tengah diselidiki secara mendalam oleh aparat kepolisian setempat bersama Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Mendikdasmen menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap satuan pendidikan dapat menyediakan lingkungan yang aman bagi anak, mencakup aspek fisik, sosial, digital, hingga spiritual sesuai dengan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026.

"Tapi intinya begini, kami berkomitmen sesuai dengan Permendikdasmen nomor 6 tahun 2026," ucapnya menegaskan.

Kemendikdasmen bersama seluruh pemangku kepentingan juga berupaya menjadikan sekolah sebagai ruang belajar yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak. Aspek kenyamanan spiritual turut menjadi perhatian dalam membangun ekosistem pendidikan modern.

Menurut Abdul Mu’ti, setiap kejadian kekerasan harus ditangani melalui investigasi secara menyeluruh untuk mengetahui penyebabnya secara objektif.

Baca Juga: Mendiktisaintek Tegaskan PKKMB di Kampus Harus Bebas dari Perundungan

Ia mengatakan penyelesaian kasus juga perlu mengutamakan pendekatan humanis dan menghindari pemberian sanksi fisik kepada peserta didik. Hal tersebut dinilai penting karena setiap anak memiliki kondisi mental dan karakter yang berbeda.

Selain itu, Abdul Mu’ti menekankan perlunya keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem pendidikan agar terbebas dari kekerasan. Kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk memberikan perlindungan terhadap keselamatan siswa di lingkungan sekolah.

"Sehingga karena itu kami memerlukan dukungan dari semua pihak untuk bagaimana menciptakan sekolah yang aman dan nyaman, dan untuk kasus di Pemalang itu tadi nanti kami akan tindak lanjuti,” tutur Abdul Mu’ti.

Tewasnya Siswa SD di Pemalang

Seorang murid SD Negeri 01 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, MHAQ (7), meninggal dunia usai mengeluh kesakitan di perutnya hingga dirawat di rumah sakit. <b>(Otistanews)</b> Seorang murid SD Negeri 01 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, MHAQ (7), meninggal dunia usai mengeluh kesakitan di perutnya hingga dirawat di rumah sakit. (Otistanews)

Sebelumnya diberitakan, Seorang murid SD Negeri 01 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, MHAQ (7), meninggal dunia usai mengeluh kesakitan di perutnya hingga dirawat di rumah sakit.

Bocah yang masih duduk di kelas 2 SD itu diduga menjadi korban perundungan oleh kakak kelasnya. MHAQ diketahui mengembuskan napas terakhir pada Rabu sore 30 September 2026.
Sebelum meninggal dunia, korban sempat menjalani perawatan di RSUD dr M Ashari Kabupaten Pemalang selama sembilan hari lamanya.

"Seorang murid SD Negeri di Kel. Kebondalem, Pemalang, MH (7), dikabarkan meninggal dunia usai mengeluh kesakitan di perutnya hingga dirawat di rumah sakit. Bocah yang masih duduk di kelas 2 SD itu diduga menjadi korban perundungan oleh kakak kelasnya. MH diketahui mengembuskan napas terakhir pada Rabu sore 30 September 2026. Sebelum meninggal dunia, korban sempat menjalani perawatan di RSUD dr M Ashari Kabupaten Pemalang selama sembilan hari lamanya.Kabar ini pun menjadi sorotan publik usai ramai di sejumlah unggahan medsos dan headline pemberitaan media baru baru ini." tulis akun pemalang Update.Sebelumnya 

(Sumber: Antara)

x|close