Ntvnews.id, Pyongyang - Korea Utara dilaporkan meluncurkan rudal balistik pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Peluncuran tersebut dilakukan setelah Korea Selatan menuding Pyongyang sebagai pihak yang bertanggung jawab atas ledakan di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang menyebabkan tiga tentara Korea Selatan terluka.
"Sabtu pagi militer kami mendeteksi sebuah rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah Wonsan, Korea Utara menuju laut timur," ujar Kepala Staf Gabungan Seoul, dikutip dari AFP, Sabtu, 3 Oktober 2026.
"Korea Selatan, AS, dan Jepang mempertahankan postur pertahanan yang kuat melalui pertukaran informasi yang erat mengenai rudal balistik Korea Utara," tambahnya.
Militer Korea Selatan sebelumnya meminta Korea Utara menyampaikan permintaan maaf secara resmi terkait ledakan ranjau yang terjadi di kawasan DMZ. Namun, Pyongyang menolak tuduhan tersebut dan justru melontarkan kecaman terhadap Korea Selatan.
Baca Juga: Daftar Lengkap 19 Kapolda Dimutasi Era Kapolri Suyudi
Korea Selatan bersama Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyimpulkan bahwa ledakan yang terjadi pada bulan lalu di kawasan DMZ dipicu oleh ranjau yang dipasang Korea Utara di sisi perbatasan.
Ranjau-ranjau tersebut dipasang sebagai bagian dari langkah Korea Utara untuk memperkuat penutupan perbatasan secara permanen. Kebijakan itu diterapkan setelah Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan Korea Selatan sebagai 'musuh utama' negaranya pada 2024.
Sementara itu, dalam laporan terpisah, KCNA menyebut tuntutan Korea Selatan agar Pyongyang meminta maaf sebagai sesuatu yang konyol.
Kim Jong Un juga dilaporkan menolak ajakan Menteri Unifikasi Korea Selatan Chung Dong-young untuk menggelar perundingan.
Arsip foto - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un meninjau latihan militer yang dilakukan oleh tentara Korea Utara 10 Oktober 2022. Latihan tersebut dilaporkan mencakup peluncuran rudal balistik untuk menguji efektivitas kemampuan nuklir negara itu. (Antara)