Ntvnews.id, Jakarta - Polri menyebut mutasi dan rotasi terhadap 88 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) sebagai langkah yang dibutuhkan untuk mempercepat penyesuaian organisasi terhadap dinamika dan tuntutan masyarakat.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu mengatakan pergantian sejumlah pejabat tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rotasi, tetapi juga berfungsi sebagai penyegaran dan regenerasi di lingkungan Polri.
"Percepatan-percepatan dalam dinamika ini sangat dibutuhkan dalam beradaptasi untuk dinamika organisasi," ucap Trunoyudo setelah pelantikan sejumlah pejabat utama dan kapolda di Mabes Polri, Jakarta pada Sabtu malam.
Baca Juga: Kapolri Suyudi Lantik 27 Pejabat Polri dan Kapolda Baru
Menurut Trunoyudo, Kapolri Jenderal Polisi, Suyudi Ario Seto telah memberikan arahan kepada para pejabat yang baru dilantik agar menjalankan jabatan sebagai amanah dengan penuh tanggung jawab.
Para pejabat baru juga diminta segera menyesuaikan diri dengan tugas masing-masing, melanjutkan program yang telah berjalan, menjaga soliditas organisasi, serta memastikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat tetap optimal.
"Kapolri berkomitmen kepada seluruh masyarakat dalam menghadapi dinamika dan tuntutan masyarakat dengan tagline beliau adalah 'Polri Bersama Masyarakat'," kata dia.
Mutasi dan rotasi tersebut dilakukan sehari setelah Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kapolri. Kebijakan itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Pergantian jabatan dalam telegram tersebut mencakup sejumlah posisi strategis, baik di tingkat Mabes Polri maupun jajaran kewilayahan. Dari 88 personel yang dimutasi, sebanyak 70 di antaranya mendapat promosi atau menempati jabatan baru.
(Sumber: ANTARA)
Karopenmas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (3/10/2026). (ANTARA)