Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembentukan Super Intelligence Force, satuan tugas baru yang bertugas mengoordinasikan kebijakan pemerintah federal di bidang kecerdasan artifisial (AI).
Melalui unggahan di Truth Social, Trump menyebut satuan tugas tersebut dibentuk untuk memastikan Amerika Serikat tetap menjadi pemimpin dunia dalam bidang yang ia sebut sebagai Super Intelligence. Trump juga menyatakan inisiatif tersebut ditujukan untuk melindungi kepentingan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat Amerika.
Direktur Intelijen Nasional, Jay Clayton ditunjuk untuk memimpin satuan tugas tersebut. Sementara itu, Ketua Komisi Perdagangan Federal Andrew Ferguson, Wakil Menteri Pertahanan untuk Riset dan Rekayasa Emil Michael, serta Direktur Kantor Manajemen Personalia Scott Kupor akan menjadi wakil ketua.
Super Intelligence Force diberi waktu 120 hari untuk menyusun laporan mengenai berbagai risiko dan peluang yang muncul dari perkembangan AI. Satuan tugas ini juga akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan teknologi, masyarakat, kelompok kepentingan publik, serta penyedia infrastruktur penting.
Baca Juga: Trump Perintahkan Istilah AI Diganti Menjadi Super Intelligence
Dalam piagam pembentukannya, satuan tugas itu juga disebut akan menyusun langkah untuk menghadapi ancaman yang muncul dari penggunaan super intelligence terhadap masyarakat. Di sisi lain, kelompok tersebut akan mengkaji upaya mencegah regulasi berlebihan dan regulatory capture yang dinilai dapat menghambat inovasi serta persaingan.
Pembentukan satuan tugas ini merupakan kelanjutan dari rencana Trump pada September 2026 untuk membentuk AI Force sekaligus menunjuk pejabat khusus yang disebut sebagai “AI czar”.
Trump kemudian menandatangani perintah eksekutif yang mengubah istilah AI menjadi “super intelligence”. Langkah ini menjadi bagian dari upayanya menempatkan pengembangan teknologi AI sebagai salah satu fokus kebijakan pemerintah Amerika Serikat.
Baca Juga: Trump Ancam Serang Iran jika Terbukti Terlibat dalam Insiden Flydubai
(Sumber: ANTARA)
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Antara)