Kualitas Udara Jakarta Selasa Pagi Terburuk Kelima di Dunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Okt 2026, 12:32
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Suasana lanskap kota yang diselimuti polusi udara di Jakarta. Kualitas udara Jakarta pada Selasa (6/10/2026) pagi berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.00 WIB tidak sehat bagi kelompok sensitif, dengan Indeks kualitas udara (AQI) di angka 165, sehingga menjadikannya kota dengan kualitas udara terburuk kelima di dunia. Ilustrasi - Suasana lanskap kota yang diselimuti polusi udara di Jakarta. Kualitas udara Jakarta pada Selasa (6/10/2026) pagi berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.00 WIB tidak sehat bagi kelompok sensitif, dengan Indeks kualitas udara (AQI) di angka 165, sehingga menjadikannya kota dengan kualitas udara terburuk kelima di dunia. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kualitas udara di Jakarta pada Selasa, 6 Oktober 2026 pagi merosot tajam hingga menempati posisi kelima sebagai kota dengan tingkat polusi udara terburuk di dunia.

Berdasarkan data dari situs pemantau kualitas udara IQAir yang dihimpun pada pukul 05.00 WIB, indeks kualitas udara (Air Quality Index / AQI) di ibu kota tercatat berada di angka 165. Angka tersebut mengindikasikan bahwa kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat.

Tingkat polusi ini dinilai membahayakan bagi kelompok sensitif, baik manusia maupun hewan dengan kepekaan tinggi, serta berpotensi menimbulkan kerusakan pada tanaman dan menurunkan nilai estetika lingkungan, dengan konsentrasi parameter PM2,5 berada pada kisaran 66 hingga 150.

Menghadapi kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk menghindari aktivitas olahraga di luar ruangan, konsisten mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta menutup rapat jendela kediaman guna mencegah masuknya udara kotor dari luar.

Secara umum, IQAir membagi indeks kualitas udara ke dalam sejumlah kategori. Kategori sedang berada pada rentang PM2,5 sebesar 51–100, yang dinilai tidak berdampak buruk pada kesehatan manusia atau hewan, meski dapat memengaruhi tumbuhan sensitif serta estetika.

Sementara itu, kategori baik mencakup rentang PM2,5 0–50 yang sama sekali tidak memberikan efek negatif bagi kesehatan maupun lingkungan. Sebaliknya, kategori kualitas udara yang lebih parah meliputi tingkat sangat tidak sehat pada rentang PM2,5 200–299 yang berdampak merugikan bagi sebagian besar populasi terpapar, serta kategori berbahaya pada rentang PM2,5 300–500 yang dapat menimbulkan ancaman kesehatan serius secara menyeluruh.

Dalam daftar pemantauan global pada Selasa ini, posisi puncak kota dengan udara terburuk di dunia ditempati oleh Dhaka, Bangladesh, dengan indeks 215. Menyusul di urutan berikutnya adalah Delhi, India, di posisi kedua dengan indeks 186; Kolkata, India, di urutan ketiga dengan indeks 184; serta Kuala Lumpur, Malaysia, pada peringkat keempat dengan indeks 182.

(Sumber: Antara)
 
x|close