Ntvnews.id, Jakarta - Niat Ni Putu Gita Cahyani, 28, merantau ke Amerika Serikat untuk bekerja sekaligus melanjutkan pendidikan harus berakhir tragis. Perempuan asal Desa Songan B, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, itu meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai skuter menuju tempat kerjanya di Nashville, Tennessee, Amerika Serikat.
Gita diketahui berada di Amerika Serikat sejak Mei 2025. Ia awalnya berangkat untuk mengikuti program pertukaran pelajar. Setelah program tersebut berakhir, Gita memilih tetap berada di Amerika Serikat untuk melanjutkan pendidikan sembari bekerja.
Perempuan 28 tahun itu diketahui bekerja di kedai kopi dan hotel. Keputusan tersebut bukan semata untuk membangun masa depan pribadi, tetapi juga membantu keluarganya di Bali.
Gita bersama salah seorang adiknya yang juga bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jepang menjadi salah satu tulang punggung keluarga. Keduanya membantu membiayai pendidikan tiga adik mereka yang masih bersekolah dan berkuliah.
View this post on Instagram
Kronologi Kecelakaan
Kecelakaan yang merenggut nyawa Gita terjadi pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 05.45 waktu setempat.
Saat itu, Gita sedang mengendarai skuter menuju tempat kerjanya. Dalam perjalanan, ia mengalami kecelakaan tunggal. Informasi sementara yang diterima keluarga menyebut tidak ada kendaraan lain yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.
Usai kejadian, Gita dilarikan untuk mendapatkan pertolongan medis. Ia kemudian menjalani perawatan di Vanderbilt Hospital, Nashville, Tennessee.
Gita sempat mendapat perawatan medis selama kurang lebih 36 jam. Namun, kondisi yang dialaminya akhirnya tidak dapat diselamatkan. Gita dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
Kabar mengenai kecelakaan itu kemudian sampai kepada keluarga di Bali. Pihak keluarga baru mengetahui kabar duka tersebut pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 00.30 WITA.
Kabar tersebut tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga, terlebih Gita selama ini dikenal sebagai sosok yang sederhana, pekerja keras, dan memiliki kepedulian besar terhadap keluarganya.
Keluarga Kehilangan Sosok Tulang Punggung
Sang tante, Ni Kadek Wini Adiyanti, mengenang Gita sebagai perempuan yang sederhana dan ulet dalam bekerja. Kadek Wini juga memiliki kedekatan dengan Gita dan salah seorang adiknya karena mereka sama-sama pernah menjadi PMI.
Ketiganya rutin berkomunikasi melalui sambungan telepon maupun pesan singkat. Mereka biasanya bertukar cerita mengenai pekerjaan dan kondisi masing-masing, sekaligus membicarakan rencana untuk dapat berkumpul kembali bersama keluarga di Bali.
Namun, rencana tersebut kini tidak dapat terwujud.
Kadek Wini mengatakan, pada hari kejadian dirinya sempat tidak dapat menghubungi Gita. Meski demikian, ia tidak memiliki firasat bahwa keponakannya tersebut akan pergi untuk selamanya.
“Pada hari kejadian, saya tidak bisa menghubungi Gita, tapi tidak punya firasat kalau dia akan meninggalkan kami. Saya kira dia sibuk kerja sampai tidak pegang HP,” ungkap Kadek Wini saat dihubungi melalui telepon, Rabu (7/10/2026).
Kepergian Gita meninggalkan duka mendalam bagi keluarga di Bali. Sosok yang selama ini berjuang dari jauh untuk membantu pendidikan adik-adiknya tersebut kini telah tiada.
Sementara itu, polisi setempat masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan. Hingga kini, informasi yang diterima keluarga menyebut insiden tersebut merupakan kecelakaan tunggal.
Pihak keluarga masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai proses penanganan jenazah Gita serta kepulangan jenazah ke Bali.
Informasi diunggah akun Nusa Bali.
Baca Juga: Kecelakaan Maut 2 Truk Saling Tabrakan di Tol Ngawi, Satu Orang Tewas Terjepit
Garis polisi. (ANTARA)