Kosgoro 1957 Dorong Stabilitas Nasional untuk Dukung Investasi dan Hilirisas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Okt 2026, 17:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bidang Politik dan Keamanan PPK Kosgoro 1957 menggelar diskusi publik di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026 Bidang Politik dan Keamanan PPK Kosgoro 1957 menggelar diskusi publik di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026 (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Bidang Politik dan Keamanan PPK Kosgoro 1957 menggelar diskusi publik di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026, untuk membahas kondisi bangsa sekaligus merumuskan masukan terkait upaya menjaga stabilitas nasional.

Diskusi tersebut digelar menyikapi dinamika politik dan keamanan nasional yang dinilai perlu mendapat perhatian. PPK Kosgoro 1957 menekankan pentingnya sikap tanggap dan mawas terhadap perkembangan situasi agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu politik yang berkembang.

Syahmud Ngabalin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah Bidang Politik dan Keamanan PPK Kosgoro 1957 untuk lebih responsif terhadap kondisi nasional.

“Yang pertama, ini adalah diskusi Bidang Politik dan Keamanan PPK Kosgoro 1957. Karena kita baru diminta membantu oleh Ibu Ketua Umum, Ibu Sari Yulianti, untuk menjadi bagian dari pengurus PPK Kosgoro,” kata Syahmud.

Menurut dia, kegiatan diskusi sebenarnya direncanakan untuk dilaksanakan pada waktu berikutnya. Namun, perkembangan situasi nasional membuat kegiatan tersebut dinilai perlu dipercepat.

“Seharusnya kegiatan ini dilakukan nanti, tetapi karena melihat situasi dan kondisi bangsa yang cukup menarik perhatian PPK Kosgoro, Ketua Umum mencoba menginstruksikan agar Bidang Politik dan Keamanan harus lebih tanggap dan lebih sensitif terhadap kondisi bangsa,” ujarnya.

Baca Juga: Profil Irjen Putu Putera Sadana, 'Orang Dekat' Prabowo yang jadi Wakabareskrim

Syahmud menjelaskan, gagasan diskusi muncul setelah dilakukan pembahasan internal di Bidang Politik dan Keamanan PPK Kosgoro 1957. Menurutnya, forum tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang relevan bagi masyarakat.

“Dari hasil diskusi internal Bidang Politik dan Keamanan, muncul gagasan untuk melakukan diskusi pada sore hari ini, di waktu yang sangat krusial,” katanya.

Ia menambahkan, sesuai arahan Ketua Umum PPK Kosgoro 1957, organisasi tersebut perlu mengambil peran dalam memberikan masukan yang konstruktif, terutama untuk menjaga situasi nasional tetap kondusif.

“Sesuai dengan arahan Ketua Umum PPK Kosgoro, kita harus lebih tanggap untuk memberikan rekomendasi yang tepat, minimal agar warga negara Indonesia dan publik Indonesia bisa menjaga situasi dan kondisi ini agar tidak terpancing oleh isu-isu politik yang liar hari ini,” ujar Syahmud.

Syahmud juga menegaskan pentingnya membangun budaya diskusi mengenai berbagai persoalan strategis secara berkelanjutan.

“Oleh karena itu, komitmen Ketua Umum Kosgoro adalah mendorong kita ke depan untuk lebih tanggap dan lebih mawas. Setiap saat kita harus mendiskusikan hal-hal yang strategis,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 Arnanto Nur Prabowo mengatakan, diskusi tersebut tidak hanya membahas dinamika politik dan keamanan, tetapi juga diarahkan untuk memberikan pemikiran mengenai pentingnya menjaga stabilitas nasional.

“Jadi, diskusi kali ini lebih kepada bagaimana kita memberikan pemikiran-pemikiran agar stabilitas nasional ini tetap terjaga dan tetap kondusif. Tentunya, ini untuk mendukung program-program prioritas pemerintah agar bisa berjalan dengan baik dan lancar,” kata Arnanto.

Menurut Arnanto, stabilitas nasional memiliki kaitan dengan keberlangsungan investasi di Indonesia. Ia menyebut berbagai program yang membutuhkan investasi besar akan berjalan lebih baik apabila kondisi nasional tetap terjaga.

Baca Juga: Pimpinan Majelis Kehormatan Dewan DPR dari Fraksi Golkar Diganti

Bidang Politik dan Keamanan PPK Kosgoro 1957 menggelar diskusi publik di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026 <b>(NTVnews)</b> Bidang Politik dan Keamanan PPK Kosgoro 1957 menggelar diskusi publik di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026 (NTVnews)

“Kemudian, Ketua Umum Partai Golkar juga memiliki banyak program yang memerlukan investasi cukup besar. Investasi yang besar ini tentu akan bisa berjalan dengan baik apabila stabilitas nasional bisa terjaga, sehingga investor tidak ragu-ragu masuk ke Indonesia untuk menanamkan investasi, utamanya untuk program hilirisasi,” ujarnya.

Arnanto mengatakan, pihaknya juga mendapat arahan dari Ketua Umum PPK Kosgoro 1957, Sari Yulianti, agar diskusi menghasilkan masukan yang dapat mendukung program pemerintah dan agenda Partai Golkar.

“Kami juga mendapat instruksi dari Ketua Umum kami, Ibu Sari Yulianti, agar diskusi ini lebih mengarah kepada bagaimana kita bisa memberikan masukan agar program Ketua Umum Partai Golkar dan program pemerintah bisa berjalan dengan baik, tentunya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi agar kesejahteraan masyarakat bisa tercapai,” kata Arnanto.

Arnanto kemudian menekankan bahwa salah satu fokus yang dibahas adalah hilirisasi yang membutuhkan dukungan investasi dalam skala besar.

x|close