Menko Muhaimin Siapkan Strategi Dongkrak Kelas Menengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Okt 2026, 21:15
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menko Muhaimin Iskandar Menko Muhaimin Iskandar (Dokumentasi)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah menyiapkan strategi untuk mendongkrak kembali kelas menengah yang mengalami tekanan ekonomi agar tidak semakin banyak yang turun ke kelompok rentan.

Strategi ini tidak sekadar diarahkan untuk menjaga mereka agar tidak jatuh, tetapi memastikan kelas menengah memiliki ruang untuk kembali tumbuh, meningkatkan pendapatan, mengembangkan usaha, dan naik kelas.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar mengatakan, perkembangan kelas menengah perlu menjadi perhatian serius dalam agenda pemberdayaan masyarakat.

Kondisi tersebut menunjukkan perlunya strategi agar masyarakat yang telah mencapai kelas menengah tidak kembali turun, tetapi justru memiliki kesempatan untuk kembali bergerak naik.

“Ini yang menjadi agenda pokok kita, bagaimana kelas menengah yang turun ini bisa kita dongkrak kembali. Jangan sampai yang sudah naik kemudian turun lagi. Kita harus menjaga agar mereka tetap bertahan dan terus naik,” ujar Menko Muhaimin, 8 Oktober 2026.

Baca Juga: Menko Muhaimin Tekankan Pemberdayaan UMKM Harus Berujung pada Akses Pasar

Menurutnya, mendongkrak kelas menengah membutuhkan intervensi yang berbeda dari sekadar perlindungan sosial. Pemerintah perlu memastikan kelompok ini memiliki akses terhadap pekerjaan produktif, pembiayaan, keterampilan, pasar, serta peluang mengembangkan usaha. Dengan demikian, intervensi pemerintah dapat mendorong peningkatan pendapatan secara nyata, bukan hanya menjaga kondisi ekonomi agar tidak memburuk.

Salah satu fokus yang didorong adalah memastikan UMKM dan ekonomi kreatif memperoleh insentif yang tepat, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Dukungan tersebut perlu diarahkan agar usaha tidak berhenti pada potensi, tetapi mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, melakukan ekspansi, dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang nyata.

Dalam konteks tersebut, Menko Muhaimin menilai BUMN juga perlu mengambil peran untuk memperkuat ekosistem usaha. Dukungan BUMN dapat diarahkan pada pengembangan kemitraan, pembukaan akses pasar, penguatan rantai pasok, serta penciptaan ruang bagi UMKM dan pelaku usaha untuk memperluas skala bisnisnya.

Penguatan UMKM juga perlu dilakukan melalui proses graduasi masyarakat menuju kemandirian ekonomi. Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan bahwa pemerintah tengah menjalankan program LASMI untuk mendampingi masyarakat yang sebelumnya menerima bantuan sosial agar dapat beralih menjadi pelaku usaha.

Uji coba dilakukan terhadap sekitar 1.700 orang dan berpotensi diperluas hingga sekitar 100 ribu penerima manfaat.

Pendampingan tersebut tidak berhenti pada akses pembiayaan, tetapi mencakup perubahan pola pikir, peningkatan kapasitas, sertifikasi, pengembangan produk, pemasaran, hingga kemitraan. Pendekatan ini penting agar masyarakat tidak hanya mendapatkan modal, tetapi memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Di sisi lain, Menko Muhaimin mendorong ekonomi kreatif menjadi salah satu engine of growth yang dapat membuka ruang pertumbuhan baru bagi kelas menengah. Sektor ini perlu memberi ruang lebih besar bagi UMKM dan pelaku kreatif untuk mengembangkan produk, menciptakan lapangan kerja, memperluas pasar, dan naik kelas.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif menyampaikan bahwa berbagai program seperti Desa Kreatif, Kreatif Hub, dan Kreatif by Indonesia diarahkan tidak sekadar menghasilkan kegiatan, tetapi memberikan dampak ekonomi yang terukur, antara lain melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan omzet, pengembangan produk, dan perluasan akses pasar.

Menko Muhaimin menekankan, seluruh upaya tersebut harus ditempatkan dalam kerangka pemberdayaan masyarakat.

Artinya, pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, pembiayaan, pelatihan, dan akses pasar bukan sekadar agenda pengembangan usaha, tetapi menjadi instrumen untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu meningkatkan pendapatan dan memperbaiki taraf hidup.

“Yang kita bangun adalah satu tangga. Yang miskin kita bantu naik, yang rentan kita dorong agar tidak jatuh, dan kelas menengah kita dongkrak supaya tidak turun dan bisa naik lagi. Semua harus bergerak naik secara bersama-sama,” kata Menko Muhaimin.

Karena itu, pemerintah mendorong agar berbagai sumber daya dan program lintas kementerian, BUMN, pelaku usaha, serta ekonomi kreatif dapat disinergikan dalam satu strategi. Fokusnya bukan sekadar menambah jumlah program, tetapi memastikan dukungan yang diberikan benar-benar mampu membuat usaha tumbuh, lapangan kerja bertambah, produktivitas meningkat, dan pendapatan masyarakat naik.

Menko Muhaimin menegaskan, strategi mendongkrak kelas menengah pada akhirnya harus menghasilkan mobilitas ekonomi yang nyata. Kelas menengah yang memiliki usaha, pekerjaan, keterampilan, dan kapasitas ekonomi harus mendapatkan dukungan yang tepat agar mampu berekspansi dan tumbuh lebih kuat, sehingga tidak kembali turun ke kelompok rentan dan dapat menjadi bagian dari penggerak pertumbuhan ekonomi.

x|close