Ntvnews.id, Washington D.C - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan telah meminta Komando Pusat AS (CENTCOM) menuntaskan persiapan untuk kemungkinan kembali melancarkan operasi militer terhadap Iran.
Sejumlah pejabat Amerika Serikat mengatakan kepada Axios bahwa instruksi tersebut telah disampaikan Pentagon beberapa hari lalu. Namun, perintah itu belum mencantumkan waktu pasti mengenai kapan serangan akan dilakukan.
Trump juga disebut belum mengambil keputusan final terkait kemungkinan dimulainya kembali perang dengan Iran. Meski demikian, sumber dari AS dan Israel memperkirakan serangan berskala besar berpotensi terjadi sebelum pemilu sela Amerika Serikat.
Dilansir dari The Atlantic, Jumat, 9 Oktober 2026, melaporkan bahwa Trump tengah mempertimbangkan opsi untuk menyerang Iran sebelum pemilu paruh waktu.
Pada hari yang sama, Trump dilaporkan kembali melakukan komunikasi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Percakapan tersebut menjadi komunikasi kedua kedua pemimpin dalam beberapa hari setelah hubungan mereka disebut minim kontak selama beberapa pekan.
Baca Juga: Trump Setujui Eksekusi Tembak Mati Napi
Menurut seorang pejabat Israel, percakapan itu berlangsung setelah Netanyahu menggelar pertemuan dengan tim keamanan nasionalnya untuk membahas perkembangan terkait Iran.
"Diskusi tentang kemungkinan dimulainya kembali operasi tempur besar-besaran di Iran telah meningkat. Peluang terjadinya sebelum pemilu tidak tinggi, tetapi kami tidak mengesampingkannya. Setelah pemilu, peluangnya meningkat secara signifikan," kata seorang pejabat Israel lain.
Kemungkinan pecahnya kembali konflik dalam tiga hingga empat pekan mendatang dinilai dapat memberikan dampak terhadap pemilu paruh waktu AS. Salah satu risiko yang menjadi perhatian adalah potensi kenaikan harga minyak apabila perang kembali terjadi.
Konflik baru juga berpotensi memengaruhi agenda politik Israel. Iran diperkirakan dapat merespons serangan dengan meluncurkan ratusan rudal balistik ke wilayah Israel.
Amerika Serikat dijadwalkan menggelar pemilu sela pada 3 November 2026. Sementara itu, pemilu Israel akan berlangsung lebih awal, yakni pada 27 Oktober 2026.
Hingga kini, belum ada kepastian apakah Trump akan benar-benar memerintahkan dimulainya kembali operasi militer skala besar terhadap Iran. Persiapan yang dilakukan CENTCOM disebut sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan keputusan tersebut.
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Antara)