Iran Dikabarkan Kirim Bantuan ke Hizbullah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Okt 2026, 06:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Bendera nasional Lebanon (kanan) dan bendera Hizbullah. Furkan Güldemir. ANTARA/Anadolu Agency/pri. Arsip foto - Bendera nasional Lebanon (kanan) dan bendera Hizbullah. Furkan Güldemir. ANTARA/Anadolu Agency/pri. (Istimewa)

Ntvnews.id, Taheran - Iran dilaporkan mengirim dana sekitar US$200 juta atau setara Rp3,5 triliun kepada kelompok Hizbullah. Dana tersebut disebut ditujukan untuk membantu masyarakat Lebanon yang terdampak konflik.

Informasi mengenai transfer dana itu disampaikan dua sumber yang mengetahui transaksi tersebut kepada Reuters. Menurut mereka, uang dikirim secara tunai pada September 2026 di tengah tekanan ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran yang membuat proses pengiriman dana semakin sulit.

Pengiriman uang tersebut dilakukan melalui seorang perantara yang disebut meminta imbalan sebesar 20 persen. Salah satu sumber mengatakan biaya tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan tarif normal yang biasanya berada di kisaran 5 persen. Besarnya bayaran disebut mencerminkan tingginya risiko dalam melakukan transaksi dengan Iran dan Hizbullah.

Seorang pejabat Hizbullah membenarkan bahwa pihaknya telah menerima sejumlah dana yang akan digunakan untuk membantu masyarakat Lebanon. Ia mengatakan rencana penyaluran bantuan akan diumumkan dalam beberapa hari, tetapi tidak mengungkap sumber dana tersebut.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran, misi tetap Iran di Jenewa, Kementerian Keuangan Amerika Serikat, dan pemerintah Lebanon belum memberikan tanggapan mengenai laporan tersebut.

Baca Juga: Hizbullah Terus Lawan Israel, Tolak kesepakatan Lebanon-Israel

Konflik di Lebanon berlangsung setelah Hizbullah memutuskan membantu Iran menghadapi Amerika Serikat dan Israel pada Maret 2026. Serangan Israel yang kemudian meluas menyebabkan ratusan ribu warga Lebanon terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka.

Hizbullah sebelumnya menyatakan komitmennya membantu masyarakat yang mengungsi dengan memanfaatkan "sumber daya dan sumbangan yang tersedia".

Namun, kebutuhan pemulihan Lebanon diperkirakan sangat besar. Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam pada September 2026 menyebut negaranya membutuhkan lebih dari US$27 miliar untuk membangun kembali wilayah yang terdampak dua perang sejak 2024.

Iran sendiri selama ini tidak secara terbuka mengakui pendanaan terhadap Hizbullah. Kebijakan Teheran dalam memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok sekutunya di kawasan juga menuai kritik di dalam negeri, terutama karena Iran sedang menghadapi tekanan dan persoalan ekonomi.

Laporan mengenai pengiriman dana tersebut kembali menyoroti hubungan finansial Iran dengan Hizbullah di tengah situasi ekonomi Iran yang masih menghadapi berbagai tekanan.

TERKINI

Load More
x|close