Rentetan Serangan Houthi ke Riyadh, 12 Orang Tewas dan Ratusan Terluka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Okt 2026, 09:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Serangan milisi Houthi terhadap dua bandara di Riyadh, Arab Saudi Serangan milisi Houthi terhadap dua bandara di Riyadh, Arab Saudi (Istimewa)

Ntvnews.id, Riyadh - Kelompok Houthi di Yaman melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah sasaran di Riyadh, ibu kota Arab Saudi. Rentetan serangan tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan fasilitas, serta gangguan terhadap aktivitas penerbangan.

Serangan pertama dilaporkan terjadi pada Minggu, 4 Oktober 2026, ketika kelompok Houthi mengklaim telah menargetkan fasilitas perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco, di Riyadh. Klaim tersebut disampaikan melalui media yang berafiliasi dengan kelompok itu.

Dilansir dari AFP, Senin, 12 Oktober 2026, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan serangan tersebut menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak atau drone. Aksi itu disebut berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026 waktu setempat.

Pada Jumat, 9 Oktober 2026, Saree kembali mengumumkan serangan yang dilakukan kelompoknya terhadap sejumlah fasilitas penerbangan di Arab Saudi.

Dilansir AFP, Houthi mengklaim telah menembakkan dua rudal ke Bandara Riyadh. Selain itu, kelompok tersebut meluncurkan masing-masing satu rudal ke bandara di Najran dan pangkalan udara di Khamis Mushait.

Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi, dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial X dan dikutip Reuters serta AFP, menyebut serangan pertama menyasar fasilitas bandara. Serangan berikutnya dilaporkan mengenai sebuah pesawat komersial milik maskapai nasional Saudia Airlines.

Baca Juga: Dubes Yaman di PBB Sebut Houthi Perluas Serangan ke Target Sipil dan Ekonomi Arab Saudi

"Serangan-serangan itu mengakibatkan gugurnya tiga warga negara Saudi," demikian pernyataan Otoritas Penerbangan Sipil Saudi.

Otoritas tersebut juga melaporkan sejumlah orang mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang beragam, mulai dari ringan hingga berat. Serangan yang berlangsung pada Kamis, 8 Oktober 2026 waktu setempat itu turut menimbulkan kerusakan material.

Dalam keterangan terpisah, Saudia Airlines mengonfirmasi salah satu pilotnya meninggal dunia akibat serangan di Bandara Internasional King Khalid. Maskapai tersebut juga menyatakan salah satu pesawatnya mengalami kerusakan.

"Dengan kesedihan mendalam, Saudia mengumumkan meninggalnya Kapten Hamoud Ali Alkalthami," demikian pernyataan maskapai Saudia Airlines.

Bandara Riyadh Kembali Menjadi Sasaran

Kelompok Houthi kembali melancarkan serangan rudal ke bandara di Riyadh pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan sejumlah orang terluka.

"Kelompok Houthi menyerang sasaran sipil. Bandara Riyadh adalah sasaran sipil," ujar sebuah sumber diplomatik kepada AFP, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Seorang sumber dari rumah sakit setempat mengatakan kepada AFP bahwa lima korban harus menjalani perawatan intensif akibat luka yang diderita dalam serangan tersebut. Secara keseluruhan, jumlah korban luka dilaporkan mencapai puluhan orang.

"Puluhan orang terluka, sebagian besar merupakan warga negara Arab Saudi. Setidaknya lima orang yang terluka-yang semuanya warga negara Arab Saudi-sedang menjalani perawatan intensif," ujar sumber tersebut kepada AFP. Sumber itu menambahkan bahwa beberapa pasien dibawa menggunakan helikopter.

Arsip - Kelompok Houthi menggelar unjuk rasa menentang serangan AS dan Israel terhadap Iran saat mereka berkumpul di Al Sabeen Square, Sanaa <b>(Antara)</b> Arsip - Kelompok Houthi menggelar unjuk rasa menentang serangan AS dan Israel terhadap Iran saat mereka berkumpul di Al Sabeen Square, Sanaa (Antara)

Meski belum memberikan konfirmasi resmi mengenai serangan terbaru maupun proses evakuasi, sejumlah saksi mata mengaku mendengar ledakan ketika berada di bandara. Saksi lainnya menyebut melihat langsung serangan yang mengakibatkan sejumlah orang terluka.

"Saya berada di gerbang 403 di terminal penerbangan domestik," ujar saksi mata tersebut kepada AFP.

"Saya melihat gerbang 401 terkena serangan. Saya melihat orang-orang terluka tepat di depan mata saya. Semua orang berlarian," katanya.

Serangan Tewaskan 12 Orang dan Lukai 309 Lainnya

Serangan rudal terhadap Bandara Internasional Riyadh kembali dilaporkan pada Minggu, 11 Oktober 2026. Berdasarkan laporan AFP yang mengutip pernyataan otoritas penerbangan sipil, sedikitnya 12 orang meninggal dunia dan 309 lainnya mengalami luka-luka.

Insiden tersebut turut memicu respons dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menyatakan tengah mempertimbangkan kemungkinan AS bergabung dalam operasi militer Arab Saudi untuk menyerang kelompok Houthi yang didukung Iran.

"Kami mungkin akan melakukannya. Kami akan mempertimbangkannya. Kami baru saja mengetahui tentang serangan terkini itu, jadi kami akan mengambil keputusan," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

"Kami bertindak sangat cepat," lanjutnya.

Di tengah meningkatnya situasi keamanan, sejumlah kedutaan besar negara asing di Arab Saudi mengeluarkan peringatan kepada warga negara masing-masing agar menjauhi Bandara Riyadh.

Inggris, Kanada, Jerman, Spanyol, dan Amerika Serikat mengimbau warga mereka untuk menghindari kawasan bandara serta mengikuti arahan keamanan dari otoritas setempat.

Kedutaan Besar Spanyol melalui platform X menyebut peringatan tersebut dikeluarkan menyusul adanya "serangan baru" yang dilakukan kelompok Houthi terhadap bandara tersebut. Sebelumnya, sejumlah saksi mata juga melaporkan adanya perintah evakuasi di lokasi kejadian.

Secara terpisah, seorang sumber diplomatik mengatakan kepada AFP bahwa rudal Houthi menghantam bandara sekitar pukul 12.00 waktu setempat.

Serangkaian serangan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat dan kelangsungan operasional penerbangan di Arab Saudi, sekaligus memperbesar risiko eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

x|close